Diposting : 13 March 2018 12:01
I Made Darna - Bali Tribune
Nyepi
Denah rute melasti Desa Adat Kerobokan.

BALI TRIBUNE - Sejumlah desa adat di Kabupaten Badung akan menggelar upacara ‘melasti’ menyambut Hari Raya Suci Nyepi Saka 1940 pada Rabu (14/2) besok.

Prosesi upacara ini dipastikan akan mengganggu arus lalu lintas. Pasalnya, iring-iringan melasti sebagian besar akan menggunakan jalan utama untuk menuju sejumlah pantai di “gumi keris”.

Seperti Asat jalan Kerobokan, Kuta Utara misalnya. Untuk memperlancar iring-iringan melasti, Rabu besok pihak desa adat akan menutup empat akses jalan. Yakni Jalan Raya Padang Luwih, Jalan Raya Kerobokan, Jalan Gunung Sanghyang, dan Jalan Raya Canggu.

Anak Agung Putu Sutarja selaku Bendesa Adat Kerobokan, menjelaskan penutupan sejumlah akses jalan ini akan berlangsung selama iring-iringan melasti menuju ke pantai dan balik lagi pura desa. Atas ketidaknyamanan ini pihaknya pun memohon maaf kepada para pengguna jalan. “Kami mohon maaf, karena selama prosesi Melasti berlangsung sejumlah jalan akan kami tutup,” ujarnya, Senin (12/3).

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacepatan, pihak Desa Adat Kerobokan telah menyiapkan sejumlah jalur alternative. Diantaranya, Jalan Raya Gadon, Jalan Semer, Pengubengan Kauh, Jalan Raya Kesambi, dan Jalan Raya Gunung Soputan. “Kami sudah siapkan jalan alternatif saat jalan ditutup. Jadi saat melasti berlangsung semua kendaraan akan diarahkan kesitu,” kata Sutarja.

Untuk penutupan jalan ini, pihaknya pun mengaku sudah mendapat izind ari Polresta, Polres Badung dan Dinas Perhubungan Badung. “Untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, Pecalang juga akan kami perbantukan,” jelasnya.

Penutupan jalan akan dilakukan pada jam-jam tertentu, terutama saat iring-iringan melasti menuju pantai dan balik lagi ke Pura Desa. “Penutupan jalan mulai dilakukan pukul 09:00 Wita, jalan akan dibuka setelah pukul 12:00 Wita, jadi tidak full sehari penuh. Penutupan jalan akan dilakukan lagi pukul 14:00 Wita hingga 18:00 Wita,” katanya.

Upacara Melasti sendiri akan diikuti oleh tiga desa adat, yakni Desa Adat Padang Luwih, Desa Adat Kerobokan, dan Desa Pakraman Padang Sambian. Ritual ini akan membawa 237 jempana yang diiringi ribuan masyarakat. Melasti akan dipusatkan di Pantai Petitenget.