Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 12 August 2017 12:09
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
BODY PAINTING
Keterangan Gambar: 
BODY PAINTING - Salah satu seniman saat melakukan body painting di Maisonette, kawasan Inna Bali Beach Sanur, Denpasar, Jumat (11/8).

BALI TRIBUNE - Sebanyak 12 seniman se-Bali mengikuti body painting, di Maisonette, kawasan Inna Bali Beach Sanur, Denpasar, Jumat (11/8). Kegiatan rangkaian Sanur Village Festival ke-12 ini mengusung Bhinneka Tunggal Ika sebagai tema utama, dengan tujuan membangkitkan kembali rasa nasionalisme dari masyarakat.

Body painting  dimulai sekitar pukul 16.30 Wita  menghadirkan belasan model cantik nan seksi.  Para model yang telah siap ini selanjutnya dilukis oleh seniman dengan tema yang sudah ditentukan. Terlihat belasan seniman menuangkan imaginasi mereka dengan ciri khas  masing-masing, namun tetap dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.

Koordinator body painting, IB putu Sutama, mengatakan kegiatan ini memang sudah menjadi agenda tahunan SVF, yang setiap tahunnya model yang dipergunakan semakin bertambah sesuai dengan tahun acara SVF.

"Setiap tahun kita tambah satu sesuai dengan tahun SVF. Namun kali ini yang membedakan adalah tema kita Bhinneka Tunggal Ika sehingga rasa persatuan itu bisa kembali dipupuk.  Kali ini kita juga menggunakan bahan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini cat yang digunakan sesuai dengan kualitas yang fleksibel dengan kulit model," ujarnya.

Menurut Sutama, body painting ini juga untuk mencari bibit-bibit muda untuk melestarikan seni lukis khususnya di Bali. Karena selama ini kita tidak menyadari bahwa body painting ini telah masuk dalam kesenian di Bali sejak puluhan tahun.

"Jika kita kembali berfikir dan mengingat kesenian kita, tari Kecak maupun tarian lainnya sudah menggunakan art pada wajahnya, namun tidak terstruktur. Sekarang ini kita buat terstruktur dalam body painting ini," jelasnya.

Sementara salah satu seniman, I Wayan Gede Budayana, asal Banjar Mukti Singapadu, Gianyar mengatakan dirinya memiliki tema tersendiri dalam mengaplikasikan inspirasinya tidak harus berpatokan pada satu hal, sehingga menurutnya, aplikasi warna yang digunakan bisa menggambarkan seni yang dilukis sehingga dalam body painting ini ia tidak menyiapkan ide secara khusus karena ide itu didapatnya langsung saat ingin melukis ditempat tersebut.

"Saya tidak mempersiapkan apa-apa karena gemar melukis ya pastinya di sini kita aplikasikan. Karena melukis di kanvas dengan tubuh manusia itu sama saja, perbedaannya hanya pada kulit yang lebih fleksibel," terang Seniman yang tamatan ISI Jogja ini.