Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 25 April 2017 19:22
redaksi - Bali Tribune
ceki
Keterangan Gambar: 
Wakil Bupati Gianyar I Made Mahyastra usai membuka Turnamen Ceki di Tarukan.

BALI TRIBUNE - Ceki, sebuah permainan rakyat yang berasal dari China, sangat digandrungi oleh sebagian besar masyarakat Bali. Permainan ceki biasanya dilakukan oleh masyarakat untuk menghilangkan rasa suntuk saat begadang di rumah warga tatkala melakukan upacara acara adat.

Seperti yang dilaksanakan warga Desa Pakraman Tarukan, Pejeng Kaja Tampaksiring Gianyar, menggelar Turnamen Ceki di Balai Banjar setempat, Senin (24/4). Meski tanpa unsur judi, ratusan peserta yang berasal dari desa setempat dan sekitarnya tetap antusias mengikuti turnamen yang baru pertama kali digelar.

Sistem pertandingan dalam turnamen ini prinsipnya sama dengan aktivitas ceki biasanya, hanya ada beberapa modifikasi dengan menggunakan sistem point.  Sistem ini justru memberikan sensasi tersendiri bagi pemain, pasalnya selain menyusun strategi agar mendapat poin, mereka juga harus memperhatikan pergerakan poin lawan.

Dalam satu meja ada 4-5 pemain ceki yang berkompetisi dalam waktu 1,5 jam atau sekitar 6 putaran. Pemain ceki yang mendapat akumulasi nilai tertinggi dalam total putaran itu akan keluar sebagai pemenang untuk selanjutnya maju ke babak berikutnya hingga final.

Turnamen Ceki dibuka Wakil Bupati Made Mahayastra yang juga Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Gianyar. Menurut Made Mahayastra, ada dua tujuan yang dapat dicapai dalam turnamen ceki ini yakni berekreasi sambil melakukan pelestarian budaya Bali dan berdana punia untuk kegiatan adat. “Adanya turnamen ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi bermain ceki tanpa harus berjudi,” ujar Mahayastra. Ditambahkan Mahayastra, para peserta turnamen juga secara langsung “Mepunia” di Desa Pakraman Tarukan yang akan “Ngodak” Ratu Gede.

Bendesa Adat Desa Pakraman Tarukan, I Wayan Artawan mengatakan, untuk “Ngodak”  Ratu Gede memerlukan biaya yang tidak sedikit. Atas persetujuan semua Kelian Banjar,  Tarukan Kaja, Tarukan Tengah dan Tarukan Kelod serta semua warga, ia berinisiatif menggalang dana dengan menggelar Turnamen Ceki. Wayan Artawan berterimakasih kepada pihak Formi yang mewadahi kegiatan turnamen ceki sehingga kompetisi berjalan dengan lancar. “Tityang wewakili warga Desa Pakraman Tarukan mengucapkan terimakasih kepada Bapak Made Mahayastra selaku Ketua FORMI yang sudah mendukung kegiatan ini serta kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dalam turnamen ini” pungkas Artawan.