Diposting : 11 June 2019 13:58
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ KONFERENSI PERS - Gubernur Bali Wayan Koster saat konferensi pers PKB ke-41 di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (10/6)
balitribune.co.id | Denpasar -  Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 ini akan melibatkan 4 ribuan pelaku seni saat pawai yang diagendakan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Sabtu (15/6) mendatang di Depan Monuman Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar. Pawai yang berlangsung mulai pukul 14.00 Wita terdiri dari kontingen ISI Denpasar, SMKN 3 Sukawati, Gianyar, partisipan luar daerah dan luar negeri diantaranya ISBI Tanah Papu, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Republik Rakyat Tiongkok dan kontingen dari 9 kabupaten/kota di Bali. 
 
Gubernur Bali, Wayan Koster kepada awak media, Senin (10/6) di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali menyatakan, usai melepas Pawai PKB, presiden juga dijadwalkan membuka PKB di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali pada hari yang sama pukul 20.00 Wita. Pada pembukaan PKB akan diisi persembahan oratorium tari "Bali Padma Bhuwana" ISI Denpasar. 
 
Pihaknya memaparkan, visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana untuk menuju Bali Era Baru salah satunya terimplementasi dalam kegiatan penguatan penyelenggaraan PKB ke-41. "Ajang tahunan terakbar ini dipastikan menjadi ruang aktualisasi segala nilai luhur dan indah dari seni dan budaya Bali. PKB 2019 digelar sebagai ajang memajukan kebudayaan Bali," katanya. 
 
Seluruh materi PKB tahun ini dipastikan konsisten mengimplementasikan tema "Bayu Pramana atau Memuliakan Sumber Daya Angin". Tema tersebut dimaknai sebagai kesadaran dalam memuliakan daya, energi dan kekuatan unsur semesta yakni udara, angin, nafas atau sebutan lain. Misal, dalam pawai tiap kabupaten/kota mendapat materi khusus untuk properti karnaval, Bangli mendapat properti tamiyang. Sedangkan Denpasar aneka kipas, Badung beragam jenis layang-layang, Buleleng beraneka baling-baling angin, Jembarana mendapatkan guwangan, Klungkung beragam jenis kober lukis, Gianyar lonceng angin, Tabanan berbagai jenis umbul-umbul dan Karangasem memainkan sampiyan gempong penjor. 
 
Pilihan properti tematik ini menunjuk keberadaan benda-benda budaya yang berhubungan dengan interaksi Krama Bali terhadap angin, udara, atau sebutan lain. Properti tersebut dimainkan, ditarikan dan dikomposisikan dalam ragam gerak ritmis karnaval. "PKB tahun ini merupakan yang ke-41 dan kegiatan pertama pada masa kepemimpinan saya selaku Gubernur Bali. Spirit dari PKB ini kita jaga, kita teruskan dalam konteks melestarikan seni tradisi budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali. Fungsinya adalah pelestarian dan diisi pengembangan sesuai dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur periode 2018 sampai 2023 yaitu Sat Kerthi Loka Bali," terang Koster. 
 
Menurutnya, PKB 2019 ditandai dengan dibangkitkannya kembali seni tradisi sebunan berbasis desa adat. Selain itu PKB juga diperkaya dengan menampilkan partisipasi dari 11 negara diantaranya Amerika Serikat, Jepang RRT, India, Korea dan lainnya. "Pemberian ruang pada seni sebunan bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian seni tradisi orisinil yang hidup di masyarakat sebagai penopang adat, agama, tradisi, dan kearifan lokal lainnya," jelasnya. 
 
Kebijakan PKB tahun ini sungguh luar biasa, pasalnya Gubernur Koster membebaskan pungutan biaya untuk seluruh stand kerajinan maupun kuliner. 
 
Peserta pameran yang dipilih adalah pelaku industri kecil menengah (IKM) dari seluruh kabupaten/kota se-Bali yang memproduksi kerajinan unik, kreatif, dan inovatif, serta bermutu yang berorientasi ekspor. Format pameran pun ditata secara tematik berdasarkan zonasi jenis produk. Pemilihan dan penataan jenis produk dilakukan oleh kurator independen dan profesional agar para peserta pameran PKB menjadi lebih akomodatif, representatif, partisipatif dan kualitatif dalam menampilkan capaian karya seni dan produk kerajinan terbaiknya. 
 
Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan PKB sebagai pesta rakyat, rakyat bersukacita dalam menyaksikan dan menikmati keseluruhan suasana penyelenggaraan pesta seni sebagai pestanya Krama Bali sesuai spirit Bali Era Baru. Format penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. 
 
Disamping itu PKB tahun ini dirancang lebih ramah lingkungan yang terbebas dari bahan berbahaya seperti bahan plastik sekali pakai dan sterofoam. Bahan-bahan yang diutamakan adalah bambu, janur, aneka bunga, dan dedaunan terpilih.