Bali Tribune, Rabu 25 April 2018
Diposting : 16 April 2018 23:41
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
DLHK
Keterangan Gambar: 
Berbagai elemen masyarakat membersihkan sampah kiriman di pantai Sanur Denpasar, Jumat (13/4).
BALI TRIBUNE - Sepanjang garis pantai di Kota Denpasar beberapa hari terakhir ini dilanda sampah kiriman. Menyikapi hal tersebut, Pemkot Denpasar mengajak ribuan warga dari berbagai kalangan mulai dari OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Siswa Sekolah, Aparat Desa, dan Komunitas, bahkan, TNI/Polri untuk turut andil dalam kegiatan bersih-bersih pantai yang dilaksanakan di seluruh garis Pantai yang membentang di Kota Denpasar, Jumat (13/4).
 
Pada giat kerja bakti kali ini, sedikitnya menerjunkan 12 Truk Sampah, 9 Moci dan 6 Armada kecil. Aksi tersbut turut melibatkan 2.000 orang yang tersebar di delapan titik pantai, yakni Pantai Biaung, Pantai Matahari Terbit, Pantai Segara, Pantai Karang, Pantai Semawang, Pantai Padang Galak, Pantai Mertasari, dan Pantai Serangan.
 
Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa permasalahan kebersihan lingkungan seperti halnya slogan kebersihan Pemkot Denpasar merupakan tanggung jawab kita bersama. Beberapa hari terakhir, hampir di seluruh pantai Kota Denpasar mendapat kiriman sampah dari lautan. Banyaknya sampah kiriman ini menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menjaga lingkungan untuk tidak membuang sampah ke sungai.
 
“Sampah kiriman itu akibat pergerakan arus dan angina di laut, melihat volume sampah yang cukup banyak, tentu kita harus bahu membahu dalam mengatasinya, selain lebih cepat, cara ini juga dapat memberikan edukasi tentang akibat buruk membuang sampah sembarangan,” kata Jaya Negara. 
 
Jaya Negara menambahkan, sejauh ini pesona pantai masih menjadi destinasi wisata andalan di Kota Denpasar, seperti halnya Pantai Sanur. Sehingga, sebagai masyarakat Kota Denpasar tentu menjadi kewajiban kita bersama untuk turut andil dalam menjaganya. Sehingga wisatawan tidak merasa terganggu saat menikmati pesona pantai di Kota Denpasar. “Jangan sampai karena ada sampah kiriman ini wisatawan menjadi tidak nyaman, ini harus segera kita atasi bersama-sama agar lebih cepat sekaligus memberi edukasi,” pungkasnya.
 
Sementara, Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada menjelaskan bahwa sampah kiriman ini merupakan siklus musiman yang terjadi setiap tahun. Pihaknya mengaku bersyukur kepedulian masyarakat Kota Denpasar akan kebersihan semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat saat pelaksanaan Kerja Bakti Bersih Pantai yang dihadiri berbagai kalangan sehingga proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat.