Diposting : 26 February 2019 17:13
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ DINILAI – Tim penilai saat melakukan penilaian ogoh-ogoh di Banjar Kebon Kuri Mangku, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur,Senin (25/2).
Bali Tribune, Denpasar - Sebanyak 163 ogoh-ogoh karya STT se-Kota Denpasar kini mulai dinilai oleh tim. Tim Penilai berjumlah 9 orang ini menyambangi satu per satu sekehe teruna yang terdaftar sebagai peserta lomba. Penilaian diawali dari Kecamatan Denpasar Timur pada Senin (25/2). Di kecamatan ini sedikitnya ada 47 ogoh-ogoh yang mengikuti lomba.
 
Rombongan Tim Penilai dipimpin Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Astabrata bersama Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Made Wedana  akan berlangsung secara berturut-turut dari Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Barat dan berakhir di Kecamatan Denpasar Selatan.
 
Dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 47 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 44 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, 37 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat dan 35 ogoh-ogoh dari Kecamatan Denpasar Selatan dan bersiap untuk mengikuti tahap penjurian.
 
Dewa Gede Juli Astabrata menjelaskan pelaksanaan lomba ogoh-ogoh ini merupakan komitmen Kota Denpasar dalam pelestarian seni budaya. Dimana, ogoh-ogoh merupakan elemen penting yang patut dilestarikan, utamanya pakem-pakem ogoh-ogoh itu sendiri yang wajib mengangkat tema bhuta kala. "Ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya di Kota Denpasar,” jelasnya.
 
Dewa Juli menambahkan, penilaian ini dilaksanakan oleh dewan juri yang profesional di bidangnya. Namun demikian, pihaknya mengajak seluruh sekehe teruna di Kota Denpasar supaya tidak hanya berorientasi pada nominasi semata, melainkan untuk bersama-sama memaknai lomba ini sebagai ajang pelestarian seni budaya.
 
“Mari kita jadikan lomba ogoh-ogoh ini sebagai ajang pelestarian tradisi, seni dan budaya Bali yang adi luhung,” jelas Dewa Juli sembari mengatakan pengumuman 32 nominasi di empat kecamatan akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret mendatang. Nantinya, dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak 8 besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhanya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta dipotong pajak.
 
Ia menekankan seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pengerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusivitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini.
 
“Kepada semua pihak termasuk desa pakraman, Babinsa, Babinkamtibmas, Desa/lurah dan STT senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaaga kondusivitasnya serta menaati aturan pelarangan penggunaan sound system saat pawai ogoh-ogoh,” ujarnya.
 
Salah seorang Dewan Juri, I Gede Anom Ranuara bersama I Wayan Butuantara menjelaskan, aspek penilaian lomba ogoh-ogoh ini meliputi tema, proposional, kombinasi dengan teknologi, ornamen serta penggunaan warna. Selain itu, dilaksanakannya kegiatan ini guna menyosialisasikan tentang pakem-pakem penting dalam ogoh-ogoh sebagai uperengga dalam rangkaian Hari Suci Nyepi.
 
“Kami berharap pemahaman tentang seni budaya yang memiliki pakem seperti ogoh-ogoh ini dapat disosialisasikan sejak dini, sehingga pembuatan ogoh-ogoh dapat sesuai dengan tattwa agama Hindu,” jelasnya.
 
Sementara Ketua ST. Eka Dharma Canti, I Putu Oka Mahendra sangat menyambut baik adanya lomba ogoh-ogoh. Dimana, selain menjadi wahana kompetisi juga dapat menjadi wadah edukasi tentang pemahaman tattwa agama serta membangkitkan kebersamaan dan gotong royong di dalam STT. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan semoga dapat dilaksanakan setiap tahun untuk mendukung kreativitas STT di Kota Denpasar,” ujarnya.