Diposting : 23 March 2018 11:58
Djoko Moeljono - Bali Tribune
kompetensi
Keterangan Gambar: 
RAKORNAS -- Menpar Arief Yahya membuka Rakornas ke-4 SMK Pariwisaa di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kamis (22/3).

BALI TRIBUNE - DALAM upaya meningkakan kualitas tenaga kerja di bidang pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melanjutkan program sertifikasi kopetensi bagi siswa SMK pariwisata, “Pada tahun 2018 pemerintah memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi siswa-siswi SMK Pariwisata sebanyak 22,374 orang,” kata Menpar Arief Yahya, ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisaa di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kamis (22/3).

Dalam kesempatan itu Menpar Arief Yahya juga didaulat untuk memberikan “keynote speech” pada Rakornas yang mengangkat tema “Akselerasi Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SMK Pariwisata dalam rangka Mengembangkan Kualitas dan Daya Saing Lulusan SMK Pariwisata di Pasar Kerja.” Menurutnya, hingga kini pekerja berpendidikan kejuruan hotel/pariwisata yang bekerja di industri akomodasi relatif masih rendah, dibanding dengan pekerja berpendidikan kejuruan lainnya.

“Untuk ini perlu dilakukan terobosan dengan mengoptimalkan fungsi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar dapat menghasilkan lulusan SMK sesuai dengan standar kompetensi, juga mengembangkan pedoman magang pada industri pariwisata,” kata Arief Yahya.
Menpar juga menjelaskan, tahun 2016 yang bekerja pada usaha akomodasi dengan tamatan pendidikan kejuruan hotel/pariwisata hanya 29,17 persen, sedangkan sisanya sebanyak 70,83 persen berpendidikan non kejuruan pariwisata. Pada usaha hotel berbintang secara umum, pekerja yang berpendidikan SLTA merupakan yang terbanyak mencapai 59,3 persen, diikuti yang berpendidikan diploma 1, 2, 3 (24,96 persen).

Begitu pula untuk pekerja pada usaha akomodasi lainnya sebagian besar pekerja berpendidikan SLTA (64,6 persen) dan SLTP (21,4 persen). Terkait masih rendahnya daya serap hotel berbintang dan industri akomodasi lainnya terhadap tenaga kerja SMK Pariwisata, menurut Menpar Arief Yahya, perlu segera dilakukan peningkatkan kerja sama antara SMK Pariwisaa dengan asosiasi profesi pariwisata sebagai pembina pengelolaan sarana praktik (hotel/travel).

“Hal penting lainnya adalah meningkakan kapasitas pengajar dan penyesuaian kurikulum dalam rangka pengembangan digital tourism di SMK Pariwisata,” jelas Arief Yahya seraya berharap kegiatan Rakornas kali ini dapat menghasilkan program konkrit untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK, agar lebih banyak terserap di usaha pariwisata, antara lain berupa skema peningkatan kompetensi guru maupun standar pelaksanaan sertifikasi kompetensi oleh LSP dan standarisasi pedoman magang pada industri pariwisata. 
Rakornas ke-4 SMK Pariwisaa kali diikuti para Kepala SMK Pariwisata se-Indonesia, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, serta asosiasi profesi dan Asosiasi Industri Pariwisata.