Bali Tribune, Senin 21 Agustus 2017
Diposting : 16 May 2016 16:55
I Made Darna - Bali Tribune
HIV/AIDS
Keterangan Gambar: 
PERINGATAN MRAN - Sekda Badung Kompyang R Swandika yang juga Ketua PMI Badung menghadiri peringatan Malam Renungan Aids Nusantara (MRAN) tahun 2016, di halaman Gedung PMI dan BNN Badung, Sabtu (14/5) malam.

Mangupura, Bali Tribune

Virus HIV/AIDS terus mengincar warga Badung. Hingga Maret 2016, yang terdata saja sudah ada 2.228 orang warga Badung tertular penyakit mematikan tersebut. Dengan rincian 1,223 pederita HIV dan 1.005 penderita AIDS.

 Menurut dr. Elly Swandewi Murti dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung, jumlah penderita HIV/AIDS di gumi keris  bukan tidak mungkin jauh lebih banyak dari data yang ada. Sebab, banyak penderita yang ogah memeriksakan dirinya menderita HIV/AIDS.

Terkait hal itu saat ini pihaknya mengaku masih terus melakukan pendataan. “Sampai Maret jumlah penderita HIV/AIDS di Badung 2.228 jiwa. Dan kami harapkan akan ada peningkatan penemuan di lapangan,” ujarnya saat acara peringatan malam renungan AIDS Nusantara di halaman Gedung PMI dan BNN Badung, Jalan Raya Abianbase, Mengwi, Sabtu (14/5) malam.

Penemuan penderita ini, kata dia, sangat penting selain untuk menyetop penularan juga untuk memberi pengobatan kepada penderita. “Kita berupaya menemukan penderita HIV sedini mungkin, supaya mereka bisa diobati, karena mereka bisa diobati untuk bisa memperpanjang hidupnya dalam keadaan HIV/AIDS,” kata dr Elly.

Sementara bagi yang belum terdeteksi, pihaknya di KPA Badung mengaku sudah mengambil langkah-langkah. Seperti menemukan dengan mensosialisasikan terus menerus bahaya dan pencegahan HIV/AIDS untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. “Kita juga melakukan tes HIV dengan skrining untuk mengetahui penderita apakah negatif atau positif terkena HIV. Karena indikasi HIV belum terlihat gejala-gejalanya,” jelasnya.

Di bagian lain, untuk memperingati malam renungan AIDS Nusantara Tahun 2016, KPA Badung menggandeng sejumlah instansi. Seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung dan PMI Cabang Badung. Kolaborasi malam renungan AIDS Nusantara ini mengambil tema: “Engage, Educate, Empower”, yang artinya terlibat, mendidik, berdaya.

Dengan tema ini, dr Elly yang juga ketua panitia malam renungan AIDS Nusantara Kabupaten Badung ini mengajak orang yang hidup dengan HIV dan AIDS untuk bergandengan tangan dan bekerja sama dalam penanggulangan HIV, mengurangi stigma dan mempromosikan keterlibatan ODHA dalam rangka untuk memastikan respon. HIV lebih efektif untuk masa depan ODHA. Sehingga dengan kegiatan ini akan lebih bisa untuk penanggulangan HIV/AIDS terutama di mara masyarakat. Agar masyarakat dapat menerima penderita ODHA atau OHIDA ini. “Kami berharap para penderita (HIV/AIDS) ini bisa bekerjasama untuk menekan penularan virus ini,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Badung Kompyang R Swandika yang hadir dalam acara itu menegaskan bahwa penanggulangan bahaya AIDS ini adalah sungguh sangat serius. “AIDS sangat berbahaya, mengapa berbahaya karena AIDS adalah penyakit yang sangat serius dan berbahaya. Mari kita tanggulangi secara bersama sama, mulai dari pemerintah bersama elemen masyarakat, kemudian siswa mulai usia dini hingga mahasiswa,” katanya.

Mengenai keberadaan ODHA, Swandika mengatakan Pemkab Badung komit memfasilitasi kemudian membiayai kegiatan yang dibutuhkan oleh ODHA. “Pemkab Badung terus mengupayakan bantuan untuk ODHA melalui dana hibah. Bagaimanapun itu merupakan tugas pokok pemerintah atas pencegahan dan pemberantasan AIDS,” tukasnya.