Diposting : 9 February 2017 10:46
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
KERUH - Curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan sumber air baku PDAM Denpasar keruh. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ayung Belusung dan Waribang pun harus menghentikan produksi air bersih. (nanda)

Denpasar, Bali Tribune

Pelanggan PDAM Kota Denpasar mengeluhkan pelayanan PDAM. Pasalnya, sejak Rabu (08/02/2017), layanan air bersih dari PDAM kembali tidak mengalir. Sementara, di beberapa lokasi, kondisi airnya keruh dan sedikit berlumpur.

Akibat air yang sering mati tersebut, membuat aktifitas warga Denpasar menjadi terganggu. Bahkan, sejumlah pelanggan PDAM kelimpungan mencari air bersih untuk digunakan dalam aktifitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci pakaian. “Tadi maunya mandi, eh ternyata mati. Terpaksa saya minta air ke tetangga yang menggunakan air sumur bor untuk mandi dan untuk memasak,” ujarnya.

Warga lainnya, Putu Adnyana, mengaku akhir-akhir ini memang telah terjadi gangguan air PDAM. Walaupun air mengalir, namun warnanya tidak bening. Terlihat kecoklatan seperti bercampur dengan lumpur. “Airnya sering mati, kalaupun hidup sangat keruh seperti air bercampur lumpur,” keluhnya. Adnyana pun mengaku jengkel dengan kondisi ini. Ia juga tak tahu mengapa bisa seperti itu.

Namun kabar yang ia dapat, air menjadi keruh lantaran adanya banjir bandang di IPA Belusung. “Saya dengar di Belusung terjadi banjir bandang yang mengakibatkan air yang mengalir menjadi kecoklatan. Tapi seharusnya segera diperbaiki. PDAM Kota Denpasar harus segera melakukan perbaikan sehingga hal seperti ini tidak terjadi terlalu lama. Pasalnya, pelanggan yang jadi dirugikan,” tandasnya.

Dirut PDAM Kota Denpasar, IB Gede Arsana, mengatakan, curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan sumber air baku PDAM Denpasar keruh. Akibat kekruhan tersebut, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ayung Belusung dan IPA Waribang tidak bisa berproduksi secara maksimal. “Tingkat kekeruhan sangat tinggi mencapai 18.000 NTU. Itu sudah melebihi ambang batas dan tidak bisa diolah,” ujarnya.

Menurut Arsana, selain mengalami gangguan yang diakibatkan oleh banjir bandang ini, Sungai Ayung juga mengalami masalah yang sama yakni saluran intake tersumbat oleh dahan-dahan pohon dan sampah yang disertai dengan lumpur. “Musibah ini tidak bisa kita hindari. Kami sudah bekerja keras, yang namanya musibah tetap saja terjadi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Arsana berharap masyarakat bisa memaklumi serta bersabar. “Kami mohon maaf karena akan terjadi penghentian produksi air bersih untuk sementara,” katanya. Ketika ditanya sampai kapan produksi ait bersih dihentikan, Arsana mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tenaga untuk segera melakukan pengecekan serta pembersihan terhadap saluran terganggu akibat banjir bandang ini.

“Masalahnya saat ini yang menjadi kendala adalah tingkat kekeruhan air sangat tinggi yakni 18.000 NTU, sehingga kami mengalami sedikit kesulitan untuk mengolah air tersebut. Menurut Arsana, perbaikan sudah dilakukan secara semaksimal mungkin. Jika tidak ada kendala berarti, pada tanggal 11 Pebuari 2017 nanti, produksi air bersih PDAM Kota Denpasar sudah kembali normal.

Kepala Bagian Produksi PDAM Denpasar, Wayan Arnawa, menambahkan, aliran tingkat kekeruhan air sudah jauh melewati ambang batas untuk bisa diproduksi. “Benar-benar keruh, kami benar-benar tidak bisa memproduksi air karena ambang batasnya 1000 NTU,” ujarnya., sembari menyebutkan hujan deras yang terjadi sepanjang hari menyebabkan air bercampur lumpur, pasir, dan material lainnya.*