Bali Tribune, Jumat 20 Juli 2018
Diposting : 26 June 2018 00:24
Arief Wibisono - Bali Tribune
Azka Subhan (Kiri)  bersama I Made Rai Subawa
Keterangan Gambar: 
Azka Subhan (Kiri) bersama I Made Rai Subawa
BALI TRIBUNE - Ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 40 yang digelar selama sebulan penuh dari tanggal 23 Juni hingga 21 Juli 2018 mendatang rupanya bisa dikatakan istimewa bagi KPw Bank Indonesia (BI) Bali. Pasalnya, KPw BI di Bali baru kali kali ini bisa menembus alias berpartisipasi dalam ajang bergengsi yang gaungnya mendunia ini. Hal itu terungkap dari apa yang disampaikan Deputy Kepala KPw BI Bali, Azka Subhan saat ditemui di Gedung Ksinarnawa Taman Budaya (Art Center) Denpasar, Sabtu (23/6). "Dalam ajang PKB kali ini kita cukup berbangga bisa berpartisipasi menyemarakkan ajang yang digelar setiap tahunnya setelah menunggu sekian lama," ucap Azka yang didampingi Manajer Fungsi Pengembangan UMKM KPw BI Bali, I Made Rai Subawa.
 
PKB ke 40 yang dibuka Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) selain menampilkan berbagai kreativitas seni budaya dari Kabupaten/Kota di Bali juga dirangkai dengan pameran UKM Bali di Taman Budaya Art Center. Selain menampilkan produk dari binaan ada informasi mengenai Kajian Informasi Regional Bali, Statistik Ekonomi Daerah Bali, pameran uang kuno dan uang baru, serta yang terbaru yaitu Sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Dimana GPN adalah suatu sistem yang mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran secara nasional. ATM bank manapun bisa digunakan oleh ATM bank lainnya.
 
Binaan BI Bali yang ikut partisipasi dalam PKB ke 40 antaranya, Bara Silver (Gianyar), Putri Mas (Jembrana), Artha Dharma (Singaraja), Endek Wisnu Murti (Gianyar), Cepuk Rang-Rang Nusa Karang (CRNK), Kopi Arabica Kintamani Organik (Bangli) Cluster bawang merah/Bangli (Kelompok Bawang Sari Pertiwi), Tenun Alami Andika Tarum (Gianyar).
 
Lebih lanjut Manajer UKM, Rai Subawa menjelaskan, meskipun diakui selama ini BI kerap mengikuti kegiatan yang sifatnya lokal, nasional, bahkan internasional, namun bisa masuk di ajang PKB dinilai punya tonggak sejarah tersendiri. "Setelah melalui perjuangan dan jalan berliku, akhirnya kami bisa turut berpartisipasi di PKB. Tentu semua terwujud atas bantuan berbagai pihak. Jadi bisa dikatakan PKB ke 40 ini bisa dibilang tonggak sejarah BI Bali yang bisa langsung berpartisipasi," katanya dengan sumringah.