Diposting : 8 January 2018 21:19
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
EVAKUASI - Petugas dari BPBD Gianyar melakukan evakuasi di lokasi bencana alam longsor di kawasan Gianyar.

BALI TRIBUNE - Di awal tahun 2018 ini musim ekstrim belum juga berlalu. bencana tanah longsor dan pohon tumbang terus terjadi dalam sepekan terakhir akibat guyuran hujan deras disertai agin kencang. Dari pendataan sementara, kerugian material yang ditimbukan akibat bencana  di puluhan titik di wilayah Gianyar sudah mencapai Rp 250 juta lebih.

Dari data yang dihimpun dari Badan Penanggulanngan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, bencana yang diakibatkan hujan lebat sejak Jumat, di antarata lima kali peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang. Kawasa yang terdampak di antaranya, Tegalalang, Tampaksiring dan Gianyar Kota. Kerugian meterial akibat kejadian ini mencapai Rp 250 juta. Selain itu, banjir hingga ketinggian 40 centimeter (cm) di setiap jalan raya provinsi yang ada di Ubud. Namun tidak ada korban jiwa dala peristiwa ini.

Sejumlah titik bencana yang menonjol, diantarana pohon tumbangi di depan Vila Alam Sari, Banjar Keliki, Tegalalang. Di sini, pohon ancak setinggi 15 meter tumbang menimpa dua tiang listrik. Akibatnya, kondisi lalulintas terganggu lantaran batang pohon dan tiang listrik menutup badan jalan. Setelah itu, hujan deras melongsorkan tebing setinggi 50 meter di Desa Kedisan, Tegalalang. Akibatnya, warga setempat, I Nyoman Setor (50) mengalami kerugian mencapai Rp 25 juta lantaran tiga buah kandang babi rusak tergerus longsor dan dua ekor induk babi miliknya mati.

Di Tampaksiring, tepatnya di Banjar Kelusu, Pejeng kaja, sebuah pohon menimpa sanggah di rumah Jro Mangku Nyoman Tarki (70). Akibatnya, Mangku Tarki mengalami kerugian Rp 30 juta, karena kerusakan terjadi pada sanggah piasan, taksu, bale gedong, dan penyengker. Semetara itu, pohon tumbang juga terjadi di Banjar Bukit, Tampaksiring, mengakibatkan kerugin meterial sebanyak Rp 45 juta dialami I Wayan Geben (40) lantaran satu unit mobil cary miliknya tertimpa pohon. Dan, seorang pengendara, Ni Kadek Febiyanti (23) mengalami sejumlah luka lecet di tubuhnya karena tertimpa dahan pohon.

Musibah terparah terjadi di Jalan Raden Wijaya, Lingkungan Candi Baru, Gianyar. Dimana tanah longsor mengakibatkan bangunan bale dangin, bale delod, tiga unit sepeda motor dan dua sepeda gayung milik Putu Kandana (56) rusak parah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, kerugian yang dialami Kandana mencapai Rp 150 juta.

Kepala BPBD Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya, musibah  dala kondisi suaca saat ini, berpotensi akan terus berlanjut. Terlebih kondisi cuaa sangat ekstrim, yang awalnya panas terik langsung berubah menjadii hujan badai. Kondisi ini menyebabkan tanah yang kondisinya labil, sangat mudah longsor, begitu juga dengan pohon-pohon besar. Terutama di kawasan-kawasan rawan, seperti di Tegalalang dan Tampaksiring. “Atas kondisi ini, kami tak henti mewanti agar masyarakat lebih waspada. Mengingat dampak dari cuaca ekstrim ini sulit diprediksi, kecuali kewaspadaan di tingktkn lebiah awal,” tegasnya.