Diposting : 23 April 2018 14:58
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Pelabuhan
Keterangan Gambar: 
Dalam sehari dua KMP mogok di perairan Selat Bali akibat mesin bermasalah.
BALI TRIBUNE - Arus penyeberangan Jawa-Bali di perairan Selat Bali, Minggu (22/4) kembali terganggu. Dua armada Kapal Motor Penumpang (KMP) yang melayani rute penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk mengalami trouble atau gangguan, sehingga mengakibatkan kandas di perairan dangkal di sekitar Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.
 
Dua KMP yang mengalami gangguan saat sedang berlayar menuju Bali tersebut, yakni  KMP Trisna Dwitya dan KMP Pancar Indah. Saat terjadi gangguang di tengah perairan, kedua KMP ini sarat dengan penumpang dan muatan kendaraan.
 
 Kapal pertama yang mengalami gangguan saat dalam pelayaran hingga kandas di perairan dangkal di Selat Bali adalah KMP Trisna Dwitya. Kapal yang dinahkodai Oky Bayu S tersebut saat itu sedang berlayar dari Pelabuhan Penyeberangan Ketapang.
 
Saat akan bersandar di dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk sekitar pukul 09.45 Wita, kapal yang memuat 8 orang penumpang, 1 unit truk besar, 3 unit truk sedang, 1 unit truk trailer serta 2 unit mobil ini mengalami trouble kerusakan pada as transmisi sebelah kiri dikarenakan keausan roda gigi sehingga KMP ini mengapung di sekitar Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.
 
Setelah berhasil sandar dan melakukan bongkar muat barang dan penumpang, KMP ini bertolak menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang hanya dengan menggunakan motor induk 1 mesin sebelah kanan.
 
Beberapa saat kemudian, salah satu KMP lainnya kembali mengalami masalah serupa. KMP Pancar Indah yang berlayar dari Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan akan bersandar di dermaga LCM Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk sekitar pukul 11.30 Wita mengalami trouble pada bagian handle atau kemudi. Bahkan kapal memuat 28 orang penumpang, 7 unit sepeda motor, 1 unit mobil, 2 unit truk besar dan 3 unit truk sedang ini sempat batal menyandar hingga akhirnya hanyut terbawa arus Selat Bali hingga ke Utara Pura Segara Gilimanuk.
 
Kuatnya arus di perairan antara Pulau Jawa dan Pulau Bali yang saat itu sedang surut menyebabkan KMP yang dinahkodai oleh Dwi Kartiko ini sempat hanyut sekitar 500 meter dari dermaga LCM Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk hingga di perairan dangkal kawasan pariwisata Teluk Gilimanuk.
 
 Peristiwa ini pun menjadi tontonan wisatawan yang berakhir pekan memadati kawasan wisata Teluk Gilimanuk. Agar tidak terbawa arus lebih jauh lagi, awak kapal memutuskan untuk menurunkan rampdoor sehingga kapal bisa tersangkut dan kandas di perairan dangkal. Bahkan kapal sempat kandas hingga 2 jam dan menjadi tontonan warga.  
 
TU Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Gilimanuk, Ni Komang Yuliani dikonfrimasi Minggu kemarin mengatakan KMP Pancar Indah ini baru bisa bersandar di dermaga LCM Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk dengan menggunakan handle atau kemudi manual setelah air di Selat Bali mengalami pasang sekitar pukul 13.30 Wita.
 
"Kami sudah terima laporan dari anggota di lapangan, memang benar ada dua KMP yang mengalami trouble dan kandas di sekitar Pura Segara Gilimanuk. Meskipun demikian, arus penyeberangan di Selat Bali tetap mengalir," tandasnya.