Diposting : 5 July 2017 21:01
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Dekranasda
Keterangan Gambar: 
Ketua Dekranasda Denpasar, IA Selly Dharmawijaya Mantra meninjau pelatihan tenun ikat endek di workshop I Gusti Made Arsawan.

BALI TRIBUNE - Tenun ikat sebagai warisan budaya nusantara, keberadaannya terus dikembangkan dan diselestarikan di seluruh Indonesia. Di Kota Denpasar keberadaan tenun ikat menjadi potensi dalam mengembangkan kain tradisional endek dengan berbagai kreativitas dan inovasi yang tak lepas dari pesatnya tuntutan pasar.

Melihat perkembangan tersebut Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar menggelar pelatihan tenun di Workshop Tenun Patra I Gusti Made Arsawan, Jalan Trenggana Penatih Denpasar, Senin lalu.

Pelatihan dibuka Ketua Dekranasda Denpasar, IA Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra yang melibatkan 15 orang peserta dari perajin serta para siswa SMKN 4 Denpasar.

Selly Mantra dalam kesempatan tersebut menyambut baik pelatihan dan berharap ada alih generasi penenun. Hal ini juga tak terlepas dari perkembangan fashion yang sangat pesat dengan pengaruh permintaan kain tenun ikat semakin tinggi. Sehingga dari alih generasi ini dapat memenuhi produksi kain tenun ikat endek itu sendiri.

“Sumber Daya Manusia dalam alih generasi menjadi kendala pemenuhan produksi kain endek. Sehingga melalui pelatihan ini memperkenalkan proses pembuatan tenun ikat endek kepada generasi muda, serta memberikan fasilitas kepada para penenun, yang nantinya program ini mampu menjadi langkah dalam mempertahankan dan melahirkan SDM penenun di Kota Denpasar,” ujarnya.