Diposting : 7 July 2018 00:25
redaksi - Bali Tribune
DIBERDAYAKAN - Sopir angkutan angdes, segera diberdayakan untuk menjadi Angkutan Siswa Sekolah.
BALI TRIBUNE - Sesuai janji Pemkab Gianyar, program pemberdayaan angkutan desa (angdes) dan angkutan kota (angkot) menjadi angkutan siswa, dipastikan segera terealisasi.  Organda Gianyar pun telah melakukan pendataan.  Hasilnya, ada sebanyak 115 angdes dan angkot yang siap mengikuti program tersebut.  Bahkan kini,  mereka tinggal menunggu hasil tender yang sedang  proses.
 
Ketua Organda Gianyar Wayan Ari Semadi di sela-sela pemilihan abdi yasa teladan di Kantor Dinas Perhubungan, Kamis (5/7), mengatakan, program pemberdayaan angdes/angkot sebagai angkutan siswa ini sangat bagus. Terlebih dalam kondisi transportasi  yang mulai lesu dan kurang diminati warga. Selain itu, program ini sekaligus  bias membantu program pemerintah khususnya lalulintas, sehingga jumlah anak sekolah  yang mengendarai motor dan belum punya SIM bisa diminilmalisir. “Keberadaan angdes dan angkot akan bisa kembali berperan dan  trasportasimmassal pun akan kembali bergairah. Targetnya,  pengoperasianya dilaksanakan pada tahun ajaran baru. Dan kini sebutnya, masih  menunggu hasil tender,” ungkapnya.
 
Sementara pemilihan abdi yasa teladan  (awak Kendaraan Umum Teladan) 2018 diikuti sebanyak 40 orang. Nantinya akan dipilih  3 orang untuk maju ke Provinsi. Kegiatan rutin tahunan inipun sangat bagus untuk menciptakan awak kendaraan umum yang tertib berlalu lintas.
 
Kadis Perhubungan Gianyar Wayan Arthana mengatakan, saat ini program ini masih menunggu proses tender. Pihaknya juga mengharapkan mulai awal tahun ajaran baru ini, program ini sudah bisa dilaksanakan. Dijelaskan pula, ada sekitar 115  unit armada hasil pendataan Organda angdes/angkot yang ada di Kabupaten Gianyar. Program ini dianggarkan pada APBD 2018 sebesar Rp 3,9 Miliar dengan sistem tender pihak III. Pola yang dipakai sewa layanan angkutan. Angkutan ini gratis untuk siswa/pelajar baik untuk berangkat dan pulang dari sekolah. Angkutan ini akan dipadukan dengan layanan tujuh bus pelajar pada tujuh kecamatan di Gianyar. Angkutan pelajar ini akan keluar-masuk ke pelosok desa, pada jalan desa sekecil-kecilnya.
 
Ditambahkan, sistem layanan angkutan pelajar ini yakni setiap angdes/angkot wajib melayani anak pulang-pergi sekolah. Di luar layanan itu, kendaraan ini bebas melayani penumpang umum. Setiap armada siswa ini berhak atas bayaran antara Rp 125.000 - Rp 150.000 per hari. 
 
https://www.instagram.com/hondafansbali/