Diposting : 8 February 2019 21:37
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/Sestama BKKBN RI, Nofrijal didampingi Kepala perwakilan BKKBN provinsi Bali Catur Sentana saat membuka acara yang ditandai dengan pemukulan gong.
Bali Tribune, Denpasar - Anggaran untuk BKKBN di tahun 2019 ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang cukup signifikan mencapai Rp1,7 triliun. BKKBN hanya dialokasikan anggaran dana Rp3,7 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2,1 triliun dipakai untuk membayar gaji SDM, termasuk para penyuluh Keluarga Berencana (KB). Jadi, yang dipakai untuk operasional hanya Rp1,6 triliun. Meski demikian, BKKBN tetap optimis dapat bekerja maksimal di tahun 2019 ini. "Kami tidak pesimis, dan tetap optimis dalam bekerja," ungkap Sekretaris Utama BKKBN RI, H. Nofrijal, S.P., M.A. ketika membuka acara Sosialisasi Penggunaan DAK 2019 Wilayah Regional III di Denpasar, Rabu (6/2) malam lalu.
 
Optimisme Nofrijal BKKBN tetap bekerja dengan maksimal karena Dana Alokasi Khusus (DAK) mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu dari Rp2,2 triliun menjadi Rp2,6 triliun. Hal ini yang diyakini Nofrijal dapat mendukung percepatan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga  (KKBPK) di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. "Enam ratus miliar rupiah untuk pengadaan fisik, sedangkan Rp1,9 sampai Rp2 triliun untuk mon fisik pada tiga bagian pokok, yaitu membiayai balai penyuluhan, anggaran Kampung KB di setiap Kecamatan dan penyaluran alat kontrasepsi dari gudang Kabupaten ke pasien atau fasilitas pelayanan di Kecamatan, maupun di bidan - bidan yang berjejaring dengan BPJS," urainya.
 
Untuk itu, ia mengimbau agar anggaran tersebut dapat dikelolah dengan baik di setiap provinsi. Mengenai evaluasi pepenggunaan dana DAK pada tahun sebelumnya, menurut Nofrijal ada beberapa hal yang harus diperhatikan lebih mendalam kedepannya, terutama pertanggungjawaban dan realisasinya di lapangan. "Untuk itulah, kita hadirkan tiga narasumber lintas Kementerian, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Bapenas," ujarnya.
 
Kepala perwakilan BKKBN provinsi Bali Catur Sentana selaku Ketua Panitia penyelenggara mengatakan, acara sosialisasi ini memang bertujuan untuk penyebarluasan informasi dan petunjuk operasional penggunaan DAK fisik subbidang KB dan petunjuk teknis penggunaan BOKB tahun 2019. Sehingga ia berharap, melalui kegiatan ini diharapkan dapat dikoordinasikan pengelolaan dan evaluasi pemanfaatan DAK subbidang KB fisik dan nonfisik tahun 2018. "Sosialisasi ini digelar untuk meningkatkan cakupan DAK subbidang KB tahun anggaran 2018 melalui laporan pelaksanaan DAK subbidang KB fisik dan nonfisik di dalam aplikasi morena," katanya. (ray)