Diposting : 22 September 2018 12:10
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
RINDU – Anggi (kiri) menghadiahkan single “Rindu” sebagai kado hari ulang tahun ibu kandungnya juga sang suami tercinta, dr Cokorda Gde Suprayogi, S.Ked.
BALI TRIBUNE - Salah seorang jebolan finalis Bintang Radio dan Televisi (2006), Anggi (28), baru saja merilis single-nya “Rindu”. Single tersebut berkisah tentang kesetiaan atas cinta jarak jauh.
 
“Dalam single itu tak hanya berkisah tentang kesetiaan cinta antara sepasangan kekasih yang meski berjauhan, namun cinta mereka tak pernah lekang oleh waktu,” ujar Anggi di hadapan sejumlah “wartawan seni dan hiburan” di Denpasar, Jumat (21/9) kemarin.
 
Menurutnya, tren merilis lagu tungal atau single, belakangan kian meningkat seiring dengan didukung kemudahan dalam proses rekaman, media promosi, seperti media sosial (medsos) atau Youtube.
 
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Anggi untuk merilis “Rindu” sekaligus sebagai kado hari ulang tahun ibu kandungnya juga sang suami tercinta, dr Cokorda Gde Suprayogi, S.Ked.
 
Single “Rindu” ini juga mewakil perasaan rindunya setelah sekian lama tak menghasilkan rekaman karena adanya kesibukan dan baru melahirkan anak keduanya.
 
“Setelah hampir dua tahun banyak mengbiskan waktu di rumah sebagai istri dan seorang ibu rumah tangga, tiba-tiba muncul keinginan untuk menyanyi sekaligus mengeluarkan single. Apalagi dapat dukungan penuh dari mama dan sang suami, maka lahirlah single “Rindu” ini,” jelas ibu bernama lengkap, Ni Luh Made Anggilia Hendrayanti itu.
 
Seolah gayung bersambut, saat itu kata Anggi, dirinya menerima telpon dari Sila. Saat diangkat, dia (Sila,red) mengabarkan ada lagu baru ciptaan Debi Hari.
 
“Seteleah didiskusikan dengan keluarga juga sang suami, maka pemilihan judul single “Rindu” ini tampaknya pas dan cocok untuk menggambarkan kerinduan yang mendalam agar bisa menyanyikan lagu Bali dengan total dan penuh percaya diri. Astungkara,  akhirnya rampung juga single “Rindu” ini,” tutur Anggi.
 
Anggi juga punya harapan sederhana, agar para generasi penerus seniman Bali tidak pantang menyerah untuk terus berkarya di blantika musik pop Bali.
 
“Apapun yang terjadi dalam perkembangan musik di Bali, naik atau turunnya musik Bali, kita harus tetap memberikan karya-karya terbaik di dunia musik Bali,” pesan Anggi seraya berjanji kelak akan merilis album sendiri.
 
Awalnya, nama Anggi mulai dikenal publik saat menjadi finalis kompetisi bakat menyanyi Bintang Radio dan Televisi (BRTV) tahun 2006. Sejak itu Anggi mulai bernai tampil duet bersama Manik lewat lagu “Sekadi Pianak Raja”, lalu digaet Jun “Bintang” untuk menyanyikan “Bani Mati” di album VI “The Best Bintang”.
 
Anggi juga mendapat kesempatan untuk mendukung album “Nyanyian Dharma III” bersama Dewa Budjana lewat lagu “Ampurayang” serta melakukan pertunjukan di sejumlah tempat di Bali dan pulau Jawa. Alumnus Fakultas Ekonomi Unud juga pernah bekerja kantoran di Pemkot Denpasar, jadi MC untuk memandu acara “Tembang Bali” di Bali Tv, juga menjadi wirausaha dengan membuka toko “Anggicollectionbali” yang bergerak dibidang pakaian adat Bali.