Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 17 May 2016 10:59
San Edison - Bali Tribune
Ormas
Keterangan Gambar: 
RICUH - Aparat kepolisian saat mengendalikan kericuhan di pintu masuk arena Munaslub Partai Golkar di BNDCC Nusa Dua, Senin (16/5).

Nusa Dua, Bali Tribune

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (16/5), mendadak ricuh. Kericuhan bermula saat seorang anggota ormas Baladhika Karya dengan seragam hitam loreng merah, pecahan dari SOKSI, memaksa masuk arena Munaslub sambil membentak petugas keamanan dari kepolisian dan Satgas AMPG.

Anggota ormas ini bahkan mengamuk di depan pintu masuk arena Munaslub Partai Golkar, karena dilarang petugas untuk masuk arena Munaslub. Sontak, kondisi ini memicu anggota lainnya ikut mengamuk. Situasi pun menjadi ricuh, apalagi Satgas AMPG yang menggunakan seragam loreng kuning terpancing emosinya serta mengejar dan menyerang anggota ormas Baladhika Karya hingga menjauh dari pintu masuk arena Munaslub.

Beruntung anggota Brimob Polda Bali yang berada di lokasi segera mengamankan pelaku. Aparat juga mengarahkan Satgas APMG, yang bertugas mengamankan arena Munaslub untuk kembali ke ruangan. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.50 Wita ini pun dapat dikendalikan.

Celakanya, setelah keributan antar ormas Partai Golkar ini, giliran polisi yang ribut dengan sejumlah wartawan yang meliput kericuhan tersebut. Usai kericuhan, sejumlah awak media bermaksud meminta keterangan kepada Kapolreta Denpasar Kombes Pol AA Made Sudana dan Dansat Brimob Kombespol Laksana.

Saat mendesak Kapolresta memberi keterangan, tiba-tiba seorang perwira polisi dengan tiga melati di pundaknya mendorong wartawan sambil membentak. "Jangan di sini! Minggir!" kata perwira polisi tersebut.

Saat mendorong dan membentak, seorang jurnalis JTV terkena dorongan hingga nyaris terjatuh. Jurnalis perempuan berjilbab itu kemudian protes atas sikap perwira polisi tersebut, tetapi justru disambut dengan bentakan susulan.

Saat semua wartawan mulai protes kejadian tersebut, Kapolresta langsung mengamankan rekan polisi yang didesak untuk meminta maaf atas prilaku kasarnya. "Bapak kasar. Kami dari media sudah baik-baik minta keterangan. Tapi Bapak terlalu arogan," kata jurnalis JTV yang dipanggil Dewi itu.