Diposting : 2 August 2017 19:31
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Kumbasari
Keterangan Gambar: 
Patung-patung yang dijual di Pasar Seni Kumbasari Denpasar

BALI TRIBUNE - Kondisi industri patung di Bali kini sangat memprihatinkan yang dikarenakan turunnya permintaan patung dari wisatawan domestik maupun mancanegara (wisman). Guna menggerakkan pertumbuhan industri kreatif di Bali khususnya di sektor patung, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali akan bekerja sama dengan Angkasa Pura (Bandara I Gusti Ngurah Rai) untuk membangun basis industri kreatif dan UMKM di bandara. Demikian disampaikan Ketua Kadin Bali, A.A Ngurah Alit Wiraputra beberapa waktu lalu di Denpasar.

Menurutnya, Kadin saat ini sedang menggalakkan kepedulian seluruh stakeholder baik itu pariwisata dan pengusaha serta pemerintah terhadap keberadaan para pelaku industri kreatif. Dalam hal ini Kadin Bali menyoroti mirisnya kondisi usaha kreatif di sektor patung. "Oleh sebab itu Kadin menyarankan setiap SKPD baik kota/kabupaten dan provinsi membeli patung dalam bentuk apapun di perajin Bali. Itu untuk mengangkat usaha patung kalau itu tidak dilakukan saya rasa sulit," katanya.

Pihaknya pun akan menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Bali agar mengimbau seluruh SKPD membeli patung di perajin Bali. Menurut Alit, hasil kerajinan patung Bali ini harus terus diberdayakan untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan perekonomian para perajin.

"Sebab usaha patung ini sudah semakin sepi hampir mati suri. Bahkan turis domestik pun jarang membeli patung. Jarang sekarang patung itu diberdayakan padahal dulu itu menjadi pendapatan masyarakat Bali dan kehidupan masyarakat Bali dari seni dan budayanya," beber Alit.

Sementara itu salah seorang pengusaha patung, Kadek Indah mengakui sejak memasuki tahun 2017 terjadi penurunan permintaan patung hingga 10 persen. Pihaknya yang telah menekuni usaha patung sejak 1997 lalu itu menjual kerajinan patung yang berbahan baku kayu, resin dan silver.

Saat ditemui di tempatnya berjualan di Pasar Seni Kumbasari Denpasar mengatakan hanya beberapa wisatawan baik asing maupun domestik yang tertarik membeli patung. Meski demikian Indah tidak menampik jika permintaan patung grosiran kadang datang dari pelanggannya di luar negeri. Untuk pasar luar negeri, permintaan bentuk patung Budha dan Ganesha yang paling banyak dipesan.

"Kalau yang beli patung eceran di sini sangat sedikit. Memang terasa agak sepi pembeli. Tapi saya punya pelanggan di luar negeri Eropa dan Australia yang biasanya dalam sebulan rata-rata order 100 patung per pelanggan. Kadang dalam sebulan ada 2 pelanggan pesan grosir," terangnya.