Diposting : 18 September 2017 19:32
Agung Samudra - Bali Tribune
flu burung
Keterangan Gambar: 
PENYEMPROTAN - Petugas PKP lakukan penyemprotan unggas di Pasar Hewan Bale Agung, Cempaga, Bangli.

BALI TRIBUNE - Merebaknya kasus Flu burung hingga menelan korban jiwa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, disikapi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kab. Bangli. Dinas PKP mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 524.3/2829/PKP/2017 tentang waspada dini terhadap penyebaran penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI) di Kabupaten Bangli. SE tertanggal 11 September ini ditujukan kepada Lurah serta Kepala Desa di Bangli. Dalam SE itu menghimbau masyarakat untuk melaporkan bila terjadi kematian unggas secara mendadak kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sukartana menjelasakan dikeluarkan SE sebagai tindaklanjut Pemkab Bangli untuk antisipasi  penyebaran virus AI, sepert yang terjadi di kecamatan Nusa Penida , Klungkung.mengingat di wilayah Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. “Kita juga  dinturksikan untuk waspada dari Provinsi. Kemudian untuk kasus AI menjadi penangan provinsi namun dimasing-masing kabupaten wajib melakukan tindakan antisipasi. Maka sesegara mungkin kami melakukan tindakan antisipasi,” ungkapnya, Minggu (17/9).

Sebagi bentuk langkah antisipasi, maka pihaknya melakukan penyemprotan di beberapa lokasi salah satu di pasar hewan Gunaksa, Kelurahan Cempaga, Bangli beberapa hari lalu. Untuk penyemprotan dengan cairan disinfectant akan dilaksanakan dilokasi yang berpotensi adanya penyebaran virus H5N1. ”Sasaran utama penyemprotan adalah  peternakan rakyat, semisal warga yang beternak ayam aduan, pasalnya ayam aduan dating dari beberbagai daerah dan rawan terjangkit AI. Kami harapkan para peternak untuk menjaga kebersihan kandang, dan lingkungan sekitarnya. Segera melapor bila unggas mati mendadak dan dalam jumlah besar,” ungkapnya.

 Dalam kondisi darurat, pihaknya akan kembali mengaktifkan pos pantau ternak di daerah-daerah perbatasan. Sukartana mengatakan, Flu Burung, mengingatkan akan musibah di tahun 2012, kasus AI menyebakan dua bersaudara (kaka-adik) di Desa Jehem, Tembu meregang nyawa karena terkontamniansi virus Flu Burung. “Sejauh ini belum didapatkan laporan kasus Flu Burug di Bangli, kita mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan melapor jika terjadi kematian ungas secara sporadic,” jelas Sukartana.