Diposting : 18 May 2019 15:59
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ LIBUR - Kamar hotel yang disiapkan untuk memenuhi permintaan libur Idul Fitri
balitribune.co.id |  Denpasar-  Mengantisipasi potensi tren kenaikan pemesanan kamar menjelang libur Lebaran 2019, perusahaan jaringan hotel meluncurkan aplikasi pemesanan kamar. Sehingga para pengguna aplikasi dapat ikut berpartisipasi dalam berburu kamar hotel. Dimana pengguna yang beruntung berkesempatan untuk menginap di salah satu hotel hanya dengan harga Rp 1.000.
 
Aplikasi ini pun memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa menikmati sekaligus berbagi pengalaman menginap yang menyenangkan, terutama saat melakukan perjalanan mudik dan saat bersilaturahmi mengunjungi sanak saudara.
 
Country Head Hotels Indonesia, Rishabh Gupta dalam siaran persnya, Jumat (17/5) menyatakan bahwa mudik menjelang Idul Fitri menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Sebagian dari pemudik yang memanfaatkan momentum hari libur keagamaan tersebut untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara sekaligus berlibur. 
 
Pihaknya melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan ragam pilihan pengalaman menginap yang berkualitas dan berstandardisasi dengan harga yang terjangkau. "Khusus melalui program silaturahmi. Kami berharap dapat menghadirkan liburan Idul Fitri yang lebih menyenangkan dan berkesan bagi pelanggan," terangnya. 
 
Dia menuliskan Lebaran tahun ini diprediksi terjadi kenaikan jumlah pemudik sekitar 20-30% dibandingkan dengan tahun lalu. Angka ini dapat turut mempengaruhi tren bisnis dan sektor pariwisata, khususnya industri perhotelan menjelang libur Lebaran.
 
"Setelah menyaksikan tren pemesanan yang memuaskan pada kuartal pertama, kami sangat yakin akan melihat kenaikan pemesanan yang signifikan selama liburan Idul Fitri. Tim kami telah bekerja siang dan malam untuk memastikan pelanggan kami mendapatkan pengalaman menginap terbaik selama liburan Idul Fitri," tambah Rishabh.
 
Lebih lanjut, dia menjelaskan, indeks pemesanan perjalanan dari hotel ini memperlihatkan bagaimana perilaku masyarakat Indonesia dalam merencanakan perjalanannya. Indeks tersebut memperlihatkan bahwa hotel dipesan setiap 7,24 detik dan pemesanan melalui aplikasi melampaui pemesanan melalui desktop sebanyak 354,26 kali lipat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia lebih memilih memesan melalui aplikasi daripada melalui jalur pemesanan lainnya.
 
Jakarta, Yogyakarta dan Bandung muncul sebagai tiga destinasi utama dari seluruh pelanggan hotel ini di Indonesia, dengan pemesanan terbanyak berasal dari pasangan (85.88%) diikuti oleh solo travelers (13.77%), dan keluarga (0.35%). Meskipun terdapat tren kenaikan harga pada penerbangan domestik, nampaknya masih banyak masyarakat Indonesia yang telah merencanakan liburan singkat pada kuartal pertama tahun 2019. Hal ini mungkin disebabkan oleh hari libur nasional, termasuk Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Cina.
 
Dari sisi tren ketika melakukan pemesanan secara online, penelitian dari Travel Consumer Journey Study oleh Accenture menemukan bahwa 8 dari 10 orang Indonesia lebih memilih kenyamanan ketika melakukan pemesanan untuk perjalanan secara online. Dimana 78% mengatakan harga adalah faktor penentu yang penting dalam memilih pemesanan. Penelitian lebih lanjut dari Think with Google-Indonesia Hotel Booking Research Studies, menunjukkan bahwa untuk pencarian hotel, kata kunci harga adalah hal pertama yang menjadi prioritas, diikuti oleh fasilitas yang ditawarkan, dan lokasi dari akomodasi tersebut. uni