Diposting : 14 June 2018 22:57
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Art Festival
Keterangan Gambar: 
AFUD - Menpar Arief Yahya direncanakan akan membuka Art Festival Ulun Danu (AFUD) Beratan ke IV tahun 2018.

BALI TRIBUNE - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya direncanakan akan membuka Art Festival Ulun Danu Beratan ke IV tahun 2018 dengan tema 'Danu Kertih, Menyatukan Beragam Adat Budaya Nusantara,' pada 24 Juni 2018 mendatang, di Ulun Danu Beratan. Dalam festival ini akan melibatkan 2.500 seniman, jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 1.200 seniman.

Hal tersebut diungkapkan Manager DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika saat pra pembukaan festival tahunan ini di Penataran Pura Ulun Danu, Candikuning, Baturiti, Tabanan, Rabu (13/6). "Festival Ulun Danu ke IV ini didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Tabanan," katanya.

Terkait tema yang diangkat tersebut, lanjutnya, karena Ulun Danu adalah maskot wisata Pulau Bali, dan juga melestarikan danau sebagai sumber kehidupan, serta yang ketiga untuk menyatukan adat dan agama se-nusantara. "Yang terbaru dalam festival ini, kita akan menampilkan tarian dari Amerika, dan juga kita sekarang memiliki ciri khas yaitu cak Ulun Danu, serta tarian Flobamora, kemudian ada dari duta Kabupaten Gianyar, Kabupaten Buleleng yang ikut berpartisipasi," lanjutnya.

Dengan festival tersebut, pihaknya berharap mampu mendongkrak kunjungan wisatawan khususnya ke Ulun Danu. "Setiap tahunnya setelah kita mengadakan festival, rata-rata kunjungan wisatawan ke Ulun Danu meningkat hingga 10 persen. Dan dengan pra event yang kita adakan sekarang, kita harapkan Kunjungan nya lebih meningkat," ujarnya seraya mengatakan,  rata-rata kunjungan wisatawan mencapai 2.500 perhari. Dan di puncak festival diharapkan terus meningkat.

Sementara terkait kunjungan wisatawan dalam hari raya Lebaran ini, pihaknya menargetkan mampu menyedot wisatawan hingga 4.000 sampai dengan 5.000 perhari. "Mulai kemarin kita sudah ada peningkatan. Dimana saat puasa wisatawan yang berkunjung hanya 1.500 orang, dan sekarang sudah mencapai 2.500 perhari," sebutnya.

Sedangakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa mengapresiasi festival Ulun Danu tersebut. Menurutnya, festival ini merupakan salah satu langkah untuk mempromosikan pariwisata khususnya di Ulun Danu. "Festival dengan melibatkan muda-mudi serta seluruh masyarakat yang ada di sekitar Ulun Danu ini sangat luar biasa. Karena mereka merasakan arti penting tentang keberadaan pariwisata ini," katanya.

Konsep dalam festival ini, jelasnya, merupakan penjabaran dari Tri Hita Karana, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hunungan manusia dengan alam atau lingkungan dan hubungan dengan sesama manusia. "Dari segi kualitas dan kuantitas penyajian festival ini meningkat dari tahun sebelumnya. Dimana dalam festival tahun ini melibatkan seluruh stakeholder yang ada. Baik itu masyarakat, pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat," jelasnya.

Dalam pra festival ini, juga dipentaskan berbagai atraksi seni dan budaya, mulai dari atraksi atraktif bleganjur Sekaa Truna Desa Pakraman Gunung Kangin mengundang decak kagum para penonton,Rejang Renteng Gebog, Sekaa Goncang, Tabuh Tegak, serta atraksi budaya menarik lainnya. Dimana pra pembukaan festival ini, dibuka oleh Sekda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa.