Bali Tribune, Minggu 27 Mei 2018
Diposting : 13 February 2018 00:15
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
pemerintah
Keterangan Gambar: 
Asnawi Bahar
BALI TRIBUNE - Pelaku industri pariwisata sambut 
diturunkannya status Gunung Agung dari level IV (Awas) ke level III (Siaga) pada Sabtu (10/2). Hal itu diharapkan akan menjadi pemicu semakin banyak wisatawan yang akan memilih Pulau Bali sebagai tujuan wisata. Ketua Umum DPP Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita), Asnawi Bahar mengatakan setelah jumlah wisatawan naik, semua pihak mesti mulai berbicara tentang kualitas dan harga.
 
Asita Bali kata dia harus berperan dalam hal menawarkan paket-paket wisata berkualitas. Sehingga Bali yang menjadi kebanggaan ini agar tidak dijual murah. "Bali jangan dijual murah. Barang bagus tidak boleh dijual murah," cetusnya saat perayaan HUT Asita ke 47 di Badung, Sabtu (10/2).
 
Kedepannya, selain pasar yang telah ada juga akan mengembangkan pasar-pasar baru namun potensial seperti Timur Tengah dan India. Sebab kunjungan kedua market tersebut ke Bali pada 2017 lalu naik signifikan.
 
Asnawi pun mendorong pemerintah dan airlines untuk melakukan terbang langsung dari kota-kota di India. "Selain India, ternyata kunjungan wisatawan Timur Tengah juga sudah naik cukup tajam," ucap Asnawi.
 
Tahun 2018 ini kata dia pemerintah pusat menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air sebanyak 17 juta kunjungan. "Saya berharap Bali bisa mencapai 10 juta. Namun harapannya agar wisatawan itu tak hanya terfokus di Badung. Selain itu jumlah wisatawan yang banyak ini bisa dilayani dengan baik," katanya.
 
Sementara itu Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana mengatakan jika sebelumnya status Gunung Agung yang berada pada level awas tersebut menjadi sorotan dunia pariwisata khususnya partner-partner Asita di luar negeri dan calon-calon wisatawan. "Sekarang selain level Gunung Agung sudah turun, kita juga melakukan persiapan-persiapan lebih baik jika terjadi lagi Gunung Agung meletus, airport ditutup misalnya, kita sudah siap dengan mitigation plan yang jelas," terang Ardana.
 
Pihaknya pun mengaku optimis kedepan kondisi pariwisata Bali kembali normal bahkan menjadi lebih baik. Destinasi Bali ini dikatakan Ardana harus tetap dipastikan aman agar tidak mempengaruhi psikologis calon wisatawan. "Tidak ada satu wisatawan pun yang mau berkunjung ke tempat yang tidak aman. Jadi kita pastikan destinasi kita aman dan nyaman untuk dikunjungi," tegasnya.