Bali Tribune, Minggu 27 Mei 2018
Diposting : 13 August 2016 11:23
Djoko Purnomo - Bali Tribune
KONI
Keterangan Gambar: 
Maryoto Subekti

Denpasar, Bali Tribune

KONI Bali selalu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap semua atlet PON yang kini sedang menjalani TC Sentralisasi, tak terkecuali mereka yang sedang melakukan TC Sentralisasi di luar Bali. Sebab dengan cara itu diketahui sejauh mana kemajuan atlet selama menjalani TC Sentralisasi telah dicapai.

“Tujuan diadakan TC Sentralisasi itu kan salah satunya agar terjadi peningkatan kondisi atlet, apakah itu menyangkut fisik maupun teknik. Tentunya parameter yang digunakan tiap-tiap cabang olahraga terkait peningkatan kondisi atletnya berbeda satu sama lain,” ujar Wakil Ketua KONI Bali, Maryoto Subekti, di Denpasar Jumat (12/8).

Karena pentingnya arti TC Sentralisasi, lanjut Maryoto Subekti, maka KONI Bali dalam melakukan monitoring terhadap atlet yang sedang TC Sentralisasi di luar Bali, dilakukan juga dengan cara memintakan laporan secara tertulis kepada tiap-tiap pelatih mengenai tahapan-tahapan kemajuan yang telah dicapai atletnya.

Dijelaskannya, ada beberapa atlet PON Bali yang sedang melakukan TC Sentralisasi di luar Bali, seperti antara lain paralayang, ski air, bulutangkis, dan dansa. Untuk cabang olahraga paralayang menggelar TC di Sumedang, Jawa Barat, ski air di Jakarta, bulutangkis di Jakarta dan Jawa Tengah, serta dansa di DI Yogyakarta.

Menurut Maryoto, mereka menggelar TC Sentralisasi di luar Bali dengan alasan berbeda-beda. Jika atlet paralayang dan ski air lantaran terbatasnya peralatan yang dipunyai, sehingga jika TC dilakukan di Bali tidak akan mengalami kemajuan signifikan, tetapi untuk cabor dansa, mereka TC di luar Bali karena terbatasnya pelatih yang dipunyai.

“Sama dengan atlet yang melakukan TC Sentralisasi di Bali, kepada mereka yang TC di luar Bali kami wajibkan mengisi catatan perkembangan dan kemajuan yang telah mereka capai secara tertulis oleh pelatihnya, laporan inilah yang menjadi dasar kami mengetahui seberapa pesat kemajuan seorang atlet,” ujar Maryoto Subekti.

Intinya, demikian Maryoto, KONI Bali menginginkan atlet dan pelatih cabor selalu disiplin menjalankan program-program kepelatihan yang sudah disusun sebelumnya.