Diposting : 9 August 2017 20:14
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
woodball
Keterangan Gambar: 
DUNIA – Atlet woodball Tabanan saat berpamitan dengan Bupati Ni Putu Eka Wuryastuti, Selasa kemarin untuk mengikuti kejuaraan dunia di Kepri.

BALI TRIBUNE - Atlet Kabupaten Tabanan kembali dipercaya menjadi wakil Indonesia dalam pertandingan bertaraf dunia. Kali ini, kabar baik tersebut datang dari cabang olahraga woodball. Salah seorang atletnya yakni Ni Made Dwi Purnama Sari (16) ditunjuk sebagai wakil Indonesia di ajang Beach Woodball World Cup Championship yang berlangsung mulai hari ini, Rabu (9/8) sampai dengan 14 Agustus mendatang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. 

 Siswi SMA Negeri 1 Kerambitan ini memperkuat tim dari Indonesia yang terdiri dari enam orang atlet. Dari jumlah itu, empat orang di antaranya berasal dari Bali, dan Dwi menjadi salah satu orang yang memperkuatnya. Hal itu terungkap dalam audiensi bersama Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada Selasa (8/8). Dwi saat itu tidak seorang diri. Dia datang bersama rekannya, Desak Putu Nugraheni (16) serta pembinanya AA Rai Suteja.

Kedatangan mereka berjumpa Bupati Eka didampingi Ketua KONI Kabupaten Tabanan Dewa Gde Ary Wirawan, Sekretaris KONI Kabupaten Tabanan I Made Miasa, dan Ketua KONI Kabupaten Tabanan Bidang Publikasi/Humas I Made Nurbawa.

 Untuk diketahui, Dwi dan Desak sudah diproyeksikan sebagai tim inti cabang olahraga woodball untuk Porprov Bali mendatang. Di luar itu, mereka baru saja sukses meraih prestasi gemilang dalam kejuaraan nasional yang berlangsung awal Juli 2017 lalu di Semarang. Saat itu, Dwi berhasil meraih tiga emas dalam tiga nomor. Sedangkan, Desak berhasil meraih dua emas pada dua nomor kompetisi.

Karena itu, dalam kesempatan itu mereka berkesempatan menerima bonus dari KONI Tabanan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Eka. Di sela obrolan singkatnya, Dwi yang akan bertolak ke Kepulauan Riau hari ini berharap dukungan dan support dari Bupati Eka. “Saya minta doanya,” ujar Dwi dengan singkat.

Mendengar itu, Bupati Eka siap mendoakan perjuangan Dwi. Begitu juga Desak yang sama-sama menjadi tim inti woodball untuk Porprov Bali mendatang. “Yang terpenting adalah selalu berpikir positif. Berbuat, berdoa, dan bersyukur. Itu yang paling penting. Tanamkan mental juara,” katanya.

Dwi sempat menuturkan bahwa kompetisi yang akan dijalaninya nanti akan berlangsung di pantai. Medan yang seperti itu tentu memberikan tantangan tersendiri. Terutama pada unsur power. “Selama ini latihannya di lapangan. Medannya datar. Jadi tidak terlalu membutuhkan power yang begitu keras. Tapi kalau di pasir pantai, power yang diperlukan sangat besar,” ungkapnya.

Menurut AA Rai Suteja, pembina mereka yang juga guru olahraga SMAN 1 Kerambitan menyebutkan, selama ini atlet asuhannya itu rutin melakoni latihan selama tiga kali dalam seminggu. “Tapi itu hari-hari biasa kalau tidak ada pertandingan. Kalau ada pertandingan bisa enam hari dalam seminggu. Dari pagi sampai jam enam sore,” ungkapnya.

Latihan yang dijalani atlet binaannya tidak cuma sekadar memukul bola dengan stik. Akurasi dan power pun diasah sehingga latihannya pun bervariasi. Mulai dari, penguatan otot sampai dengan lari untuk memperkuat stamina selama bertanding di lapangan.