Diposting : 7 February 2019 22:05
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/ BANDARA - Suasana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai
Bali Tribune, Kuta - Meski sejak awal tahun 2019 terjadi kisruh terkait harga tiket pesawat yang semakin mahal, tampaknya tidak mempengaruhi arus penumpang atau pergerakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hal ini terbukti pada Januari 2019, bandara satu-satunya di Bali yang menjadi pintu masuk wisatawan telah melayani 1,8 juta penumpang. 
 
Jumlah penumpang tersebut diangkut melalui 12.848 pesawat. Dibandingkan dengan angka statistik pada Januari 2018, terdapat kenaikan yang cukup signifikan. General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan pada Januari tahun lalu bandara yang berada di Tuban, Badung ini hanya melayani 1,6 juta penumpang. 
 
"Itu berarti Januari tahun ini terdapat persentase kenaikan penumpang sebesar 14,75%, atau naik sebanyak 238.792 penumpang," ungkap Yanus. 
 
Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang ini cukup baik untuk mengawali tahun 2019. Sedangkan untuk statistik pergerakan pesawat udara, angka di Januari 2019 naik sebanyak 100 pesawat. Pada periode yang sama tahun lalu, sebanyak 12.748 pesawat lalu lalang di bandara tersebut. Dengan jumlah penumpang yang mencapai 1,8 juta itu jika dirata-rata, setiap harinya selama bulan Januari 2019, sejumlah 59.911 penumpang terangkut melalui 414 pesawat.
 
Berbeda dengan Januari 2018, jumlah penumpang rute internasional kali ini tercatat mendominasi. Yanus menyebutkan, dari rute internasional jumlah penumpang terlayani tercatat sebanyak 1,04 juta penumpang, sedangkan rute domestik sebanyak 809 ribu pergerakan. "Januari tahun lalu, penumpang dari rute domestik yang tercatat mengungguli jumlah penumpang rute internasional, dengan perbandingan 847.420 penumpang berbanding 771.016 penumpang," bebernya. 
 
Jika dirinci, jumlah penumpang rute internasional yang masuk ke Bali mencapai 506.304 penumpang. Sementara yang meninggalkan Bali tercatat sebanyak 541.882 pergerakan. "Hal tersebut menjadi bukti bahwa di awal tahun ini, Bali tetap menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan internasional. Hal ini juga menjadi bukti bahwa moda transportasi udara dari dan ke Bali masih menjadi pilihan utama di tengah-tengah pembangunan infrastruktur transportasi lainnya di Indonesia," katanya.