Diposting : 13 June 2018 21:22
Djoko Purnomo - Bali Tribune
AA Bagus Kusimantara
Keterangan Gambar: 
AA Bagus Kusimantara
BALI TRIBUNE - Pengkab PBVSI Badung memancang target mengincar dua medali emas pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan untuk cabang olahraga (cabor) voli pasir, yang sudah dipastikan dipertandingkan secara resmi.
 
Ketua Umum Pengkab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Badung, AA Bagus Kusimantara, Selasa (12/6) mengatakan, target tersebut beriringan dengan target incaran untuk 2 emas juga di nomor voli indoor. Karena itulah pihaknya juga fokus dalam mempersiapkan tim untuk voli pasir tersebut. Apalagi, voli outdoor itu dipertandingkan pertama kali di Porprov Bali nantinya.
 
“Kami serius menatap incaran target itu dan tidak main-main, karena peluang meraih emas sangat terbuka. Kalau soal pemain voli pasir, Badung sudah memiliki yang memang spesialis. Hanya tinggal dilakukan pemanggilan dan seleksi saja,” tutur Kusimantara, kemarin.
 
Demi persiapan yang matang, lanjut dia, pemanggilan pemain bakal dilakukan pada Desember mendatang, selanjutnya dilakukan seleksi mulai Januari tahun depan. Saat ini dirinya telah memiliki bayangan pemain untuk tim voli pasir Badung.
 
“Kalau bayangan pemain sudah ada berdasarkan Porprov Bali 2017 di Gianyar silam. Sebenarnya kami sudah mulai melangkah ke tahap seleksi, namun sempat dibatalkan karena sebelumnya ada informasi voli pasir tak dipertandingkan di Porprov Bali 2019,” tandas Kusimantara.
 
Menyoal proses pemanggilan, tak dipungkirinya jika tak ada kendala karena tinggal melanjutkan seleksi sebelumnya. Meski menjadi langganan emas di cabor voli, Kusimantara tetap mewaspadai kekuatan rivalnya secara umum termasuk di voli pasir.
 
Menurut dia, rival berat bagian putra yakni Klungkung, karena ada satu pemain pengalamannya level nasional. Sedangkan di putri, masih dianggap kekuatannya merata.
 
Terkait venue voli pasir di Porprov Bali, pihaknya memperoleh informasi awal bakal dilangsungkan di Pantai Pasut yang berada di Kecamatan Kerambitan, Tabanan. “Kami berharapnya justru digelar di Pantai Mertasari, Denpasar. Pertimbangannya selain tempat respresentatif, juga untuk hotel atau penginapan cukup banyak,” tutup Kusimantara.