Diposting : 4 June 2016 11:07
I Made Darna - Bali Tribune
SOSIAL
PENCANANGAN BAKTI SOSIAL - Bupati Giri Prasta pada acara pencanangan bakti sosial TNI-Polri Manunggal KB dan Rakerda Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga di Puspem Badung, Kamis (2/6).

Mangupura, Bali Tribune

Pemkab Badung bersinergi dengan TNI/POLRI untuk membangun Badung sehat. Salah satunya adalah dengan program kependudukan keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga sejahtera.

Itu diungkapkan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta pada acara pencanangan bakti sosial TNI-Polri Manunggal KB dan Rakerda Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga di Puspem Badung, Kamis (2/6).

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekkab Badung Kompyang R Swandika, Kepala Perwakilan BKKBN Peov. Bali IB. Adnyana, Tripitaka, Ketua TP. PKK Badung Ny Seni Asih Giri Prasta, Wakil TP PKK Badung Ny Kristiani Suiasa, Ketua DWP Badung Ny. kompyang R Swandika, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Persit Kartika Candra Kirana serta jajaran Bayangkari Polres dan Polresta, Camat se-Badung.

Menurut Giri Prasta kegiatan ini adalah sinergitas antara TNI/Polri, MUI dan Pemkab Badung untuk lekasanakan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga. “Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap jumlah dan laju pertumbuhan penduduk adalah kelahiran. Angka kelahiran anak di Badung pada saat ini sudah berada pada target nasional, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak,” kata Giri Prasta.

Tahun ini Kabupaten Badung juga telah memasuki bonus demografi yang ditandai dengan tingkat usia produktif 15 sampai 64 tahun yang bekerja diatas 50%. “Artinya masyarakat Badung sudah mulai mandiri dan pembangunan keluarga menuju keluarga yang bahagia dan sejahtera sudah mulai dirasakan,” paparnya.

Dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai Giri Prasta berharap dapat melaksanakan program kependudukan KB dan pembangunan keluarga lebih baik lagi. Semakin sejahtera kehidupan masyarakat maka tuntutan untuk menambah kelahiran anak juga sulit dibendung, terlebih di Bali dengan adanya kearifan lokal dengan 4 anak.

Oleh karenanya peran mitra kerja kependudukan KB dan pembangunan keluarga sangat diperlukan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga bonus demografi masih bisa dipertahankan sampai tahun 2035 nanti.

Sementara itu ketua panitia yang juga Dandim 1611/Badung Letnan Kolonel Czi M. Leo Pola Ardiansa S, SH mengatakan sasaran baksos TNI/Polri ini adalah pasangan usia subur yang menginginkan anak tetapi belum menggunakan alat kontrasepsi (unmetneed) sebanyak 1.921 orang tahun 2016 dan pasangan usia subur yang melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker servic melalui papsmear dalam mobil tetapi belum pernah melakukan pemeriksaan alat kontrasepsi yang dipergunakan sebanyak 2.500 orang.

Sedangkan Rakerda kependudukan KB dan pembangunan keluarga sasarannya petugas pelaksana program yakni PKK, Kades, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader paramedis (Bidan, Perawat dan Dokter), serta siswa sekolah SMP dan SMU. Kegiatan ini diikuti dengan lounching pusat informasi konsling remaja (PIK-R) di sekolah.