Diposting : 13 April 2017 10:41
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune

Denpasar, Bali Tribune

PT Inter Sport Marketing (ISM) selaku satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mendapatkan lisensi dari FIFA atas konten siaran langsung Piala Dunia 2018 Rusia, mengancam tidak memberikan siaran langsung event sepakbola paling akbar itu untuk masyarakat Bali.

“FIFA yang berkedudukan di Zurich, Swiss, telah memantau bagaimana kami diperlakukan oleh sebagian hotel dan restoran di Bali, yang tidak mau membayar royalti, padahal mereka menyiarkan Piala Dunia (PD) 2014 Brasil untuk tujuan komersial,” ujar kuasa hukum PT ISM, Rani Mangunsong, di Denpasar, Rabu (12/04/2017).

Rani kemudian me-review saat PD Brasil tahun 2014 silam. Saat itu, kata dia, sebagai pemegang lisensi dari FIFA, PT ISM sudah memberitahukan kepada seluruh hotel agar menghubungi PT ISM terkait siaran PPD. Ternyata, tak banyak yang merespons, malah ketika PD berlangsung, hotel-hotel menyiarkannya tanpa bayar royalti.

“Memang akhirnya kasus itu bermuara ke ranah hukum, dan kami memenangkan perkara tersebut. Tetapi, FIFA tahu kalau hotel-hotel di Bali ada yang tidak mau bayar royalti, sehingga bisa saja hak siar PD 2018 di Rusia tidak boleh ditayangkan di Bali,” ujar Rani. Selaku pemegang lisensi, kata dia, PT ISM sebenarnya tak ingin itu terjadi.

WEB - Bali Terancam Tanpa Siaran Piala Dunia 2018 - Rani Mangunsong
Rani Mangunsong (nom)

Karenanya, dia berharap persoalan yang terjadi selama siaran langsung PD 2014 Brasil antara PT ISM dengan sejumlah hotel di Bali, bisa segera selesai dengan elegan. Rani mengatakan, untuk mendapatkan lisensi dari FIFA atas konten siaran langsung PD 2018 Rusia, pihak PT ISM telah mengeluarkan dana senilai USD100 juta.

Itu belum termasuk pajak. Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara FIFA dengan ISM telah dilakukan pada awal tahun 2015 silam. PT ISM, menurut Rani, juga telah mengeluarkan dana USD 60 juta untuk mendapatkan lisensi PD 2014. “Kami mengeluarkan dana tidak sedikit untuk mendapatkan lisensi itu,” ujarnya.

Menurutnya, kalau bukan untuk tujuan komersial, PT ISM tidak akan mempermasalahkan pihak-pihak yang menyelenggarakan nonton bareng (nobar). “Kalau banjar mau menggelar nobar PD, akan kami berikan secara gratis. Tapi ini kan hotel-hotel itu yang menyelenggarakan nobar untuk tujuan komersial,” demikian Rani.*