Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 6 December 2017 22:25
Ketut Sugiana - Bali Tribune
SAMPAH
Keterangan Gambar: 
Sosialisasikan pengolahan sampah, Pemkab klungkung perkenalkan system Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di ruang Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Senin (4/12) lalu.

BALI TRIBUNE - Masalah sampah semakin hari semakin pelik. Kondisi ini dinilai riskan akan menimbulkan permasalahan dimasyarakat. Mengantisipasi hal tersebut Pemkab Klungkung meminta semua Desa dan Kelurahan di wilayah itu membuat Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).


Permintaan itu disampaikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat sosialisasi dihadapan Camat dan Perbekel dan Lurah se-Kabupaten Klungkung di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Senin (4/12) lalu.


Menurut Bupati Suwirta, Kabupaten Klungkung menjadi kabupaten pertama di Bali yang menggandeng Sekolah Tinggi Teknik Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN (STT-PLN) Jakarta dalam pengelolaan sampah.


Dikatakannya, Kabupaten Klungkung akan menerapkan konsep TOSS ini ditiap desa dan kelurahan. Penanganan sampah dengan konsep TOSS adalah pengolahan sampah dengan metode peyumisasi. Dimana dari metode tersebut akan dihasilkan berupa pellet dan briket yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor dan energy listrik.
Lanjut dikatakan Bupati Suwirta, dengan adanya TOSS dimasing-masing desa dan kelurahan diharapkan permasalahan sampah di Kabupaten Klungkung dapat dituntaskan. Selain itu dengan adanya TOSS ini mampu mengurangi pengeluaran yang tinggi dalam pengangkutan sampah.


“Dengan adanya TOSS ini kita bersama-sama menuntaskan masalah sampah,” ujarnya.


Pengolahan sampah menjadi pellet dan briket merupakan alternative pendapatan baru asal dikerjakan secara serius. Menurut Bupati, dengan metode tersebut pellet yang dihasilkan dari tiap TOSS di desa dan kelurahan bisa dijual.


Menurutnya, pembangunan TOSS dimasing-masing desa dan kelurahan juga bisa mengurangi anggaran (coss) tinggi dalam pengangkutan sampah.
Bupati menambahkan, dengan adanya satu TOSS ditiap desa akan mampu mengatasi masalah sampah yang selama ini semakin pelik. Perbekel diharapkan bisa meyakinkan masyarakat bahwa penanganan sampah merupakan tanggungjawab bersama.


“Kalau ini berhasil maka kita akan kekurangan sampah,” tambahnya.


Konsep penanganan sampah dengan metode TOSS dinilai menjadi salah satu alternative dalam menanggulangi masalah sampah di Kabupaten Klungkung. Langkah ini sebagai antisipasi terkait rencana penutupan TPA Sente pada 31 Desember mendatang.