Diposting : 30 August 2016 10:05
Arta Jingga - Bali Tribune
paskibraka
Keterangan Gambar: 
I Putu Santika dan Made Darmawita.

Tabanan, Bali Tribune

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tabanan, I Putu Santika membantah adanya penyunatan dana uang transport untuk peserta Paskibraka di daerahnya.

Di dampingi Kabid Pemuda dan Olahraga Made Darmawita, kepada wartawan Senin (29/8), Santika mengatakan  jumlah uang transport peserta Paskibraka sesuai dengan DPA Belanja Perjalanan Dinas dalam daerah senilai total Rp30.400.000 dengan nilai per orang per jam Rp50.000.

Sedangkan terkait jadwal latihan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pelatih dari Kodim dan pihak PPI (Purna Paskibraka Indonesia) Tabanan sampai peserta dianggap siap secara maksimal dalam melaksanakan tugasnya, yaitu sebanyak 23 kali latihan.

Santika mengatakan, jumlah Paskibraka Tabanan sebanyak 67 orang, maka sistem pembagian uang pengganti transport adalah dibagi rata kepada para peserta dengan perhitungan jumlah uang pengganti transport adalah 608 OJ (orang per jam) dibagi 67 orang sehingga diperoleh hasil 9,075 OJ dibulatkan menjadi 9 OJ.

“Karenanya setiap peserta mendapatkan uang pengganti transport sebesar 9 OJ x Rp50.000 = Rp450.000,” ujarnya dan menambahkan, pada intinya tidak ada penyunatan anggaran seperti apa yang diduga, karena dananya sendiri belum turun.

Ditambahkan Santika, terkait kelebihan dana karena pembulatan dari 9,075 OJ menjadi 9 OJ sebesar Rp250.000, dana tersebut akan dikembalikan ke kas negara. Sedangkan untuk keseluruhan anggaran Paskibraka tahun 2016 adalah Rp537.500.000. Dana tersebut merupakan nilai perencanaan dari Bappeda dan nilainya sama dengan di Disdikpora.

Diberitakan sebelumnya, diduga adanya penyunatan dana latihan untuk Paskibraka Tabanan saat HUT ke-71 RI,  membuat sejumlah kalangan geram.

Informasi tersebut bahkan sudah didengar Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi “Boping”. Bahkan Suryadi meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga I Putu Santika menjelaskan kebenaran isu tersebut.

“Saya sudah sempat panggil Kadisdik Tabanan terkait dugaan penyunatan dana latihan Paskibraka Tabanan. Namun yang bersangkutan belum datang,” tegas Boping, Jumat (26/8) lalu.