Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 22 August 2016 12:48
Hendrik b Kleden - Bali Tribune
mobil klasik
Keterangan Gambar: 
NAIK MOBIL ANTIK - Pengunjung BCMS berkesempatan menumpang bus Chevrolet yang pada zamannya dikenal sebagai kendaraan transportasi.

Meskipun baru pertama kali digelar, event pameran mobil klasik dan motor antik Bali Classic Motor Show (BCMS) sukses besar. Karena itu, pihak Perhimpunan penggemar mobil Kuno Indonesia (PPMKI) selaku penyelenggara berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan.

Sejak dibuka 14 Agustus hingga selesai, pengunjung terus berdatangan ke pameran di baypass Sanur, Denpasar ini. Bukan saja warga Kota Denpasar, banyak juga pengunjung yang datang dari daerah seperti Tabanan, Gianyar, bahkan dari Buleleng dan Jembrana.

 Selain menyaksikan pameran, momentum ini pun digunakan pengunjung berselfie ria bersama 80 mobil dan 58 motor yang dipajang di event ini. “ Saya sengaja datang ke tempat ini bersama istri dan anak-anak. Anggap saja seperti hiburan bagi kami,” kata Kadek Artha, salah satu pengunjung.

Pantauan Bali Tribune, dari seluruh mobil yang dipajang, Yanka Limaousine 1959 Chica dan Plymouth 1948 paling banyak jadi perhatian pengunjung. Yanka merupakan pemberian president Soviet (Rusia) Krushchev untuk Bung Karno di tahun 1961 sementara Plymouth 1948 merupakan mobil yang pernah digunakan Fatmawati Soerkarno.‎

Mobil lain yang juga jadi primadona yakni Chevrolet keluaran tahun 1948. Mobil jenis bus ini di zamannya terkenal sebagai angkutan umum yang paling disukai. Menariknya, untuk mengenang kejayaaan mobil ini pihak panitia sengaja mengajak pengunjung menikmati mobil ini dengan rute seputaran tempat berlangsungnya pameran di Lotte Mart.

Pembina PPMKI Bali, Josh Dharmawan didampingi Ketua PPMKI Bali, dr Mahayasa, mengaku sangat bangga dengan suksesnya event ini karena itu rencananya kedepan event ini dijadikan agenda tahunan PPMKI. “Awalnya event ini hanya untuk merayakan HUT RI ke-71 dan Provinsi Bali ke-58, namun melihat animo pengunjung yang tinggi kami akan jadikan event tahunan,’’ujar Josh.

Sebelumnya Penasehat PPMKI Bali, Cok Ace, yang juga Ketua PHRI Bali mengungkapkan, bagi kalangan pariwisata event ini sangat bagus lantaran bisa menambah destinasi wisata baru di Bali. “Mobil-mobil ini sangat jarang ditemui dan tak mungkin terlihat berseliweran di jalan-jalan, karena tersimpan rapat di garasi kolektor. Tentunya, pameran menjadi kesempatan warga dan wisatawan khususnya pecinta wisata otomotif, menyaksikan mobil-mobil bersejarah ini,” ungkap Cok Ace.