Diposting : 5 December 2017 20:17
Redaksi - Bali Tribune
Polairud
Kapolda Bali saat gelar apel di hari HUT Polairud ke-67 di pantai Sanur, Kemarin.

BALI TRIBUNE - Peringatan Hari Ulang Tahun  (HUT) Polairud ke - 67 yang dilaksanakan Polda Bali di Pantai Sanur, Senin (4/12) pagi kemarin, dimeriahkan dengan simulasi di atas laut penyergapan terhadap sebuah kapal yang membawa narkoba untuk dijual di Pulau Bali melalui pintu masuk Pantai Sanur.

Sebelum menggelar itu semua, orang nomor satu di Mapolda Bali ini terlebih dahulu menggelar apel. Namun hal yang unik dilakukan adalah apel di laut. Dimana pasukan peserta apel melakukan baris dengan berendam seampai se dada. Bahkan Kapolda yang menjadi irup ikut berbasah-basah saat meninjau pasukan.

Setelah apel, acara dilanjutkan dengan kegiatan simulasi. Berawal dari kapal patroli sedang melakukan patroli rutin di wilayah perairan Bali, Dir Polairud Polda Bali menerima laporan bahwa ada sebuah kapal dengan awak sekitar 10 orang sedang membawa narkoba untuk diedarkan di Bali. Mendengar laporan itu, Dir Polair atas izin Kapolda Bali memerintahkan seluruh personil untuk anggota untuk melakukan penyergapan. Namun setelah kapal berhasil disetop, ternyata para awal kapal memiliki senjata api. Melihat kondisi itu, tim penyergap melaporkan bahwa terjadi perlawanan dengan senjata api. Sehingga Dir Polairud memerintahkan tim anti teror Polairud untuk melakukan penyergapan. Tim dengan senjata lengkap dengan armada canggih berlari menuju sasaran. 

Saat penyergapan berlangsung, ada seorang pelaku yang melompat ke laut dengan membawa sebuah kotak yang diduga adalah bahan narkoba. Polairud pun menerjunkan para penyelamnya profesional dan terlatih yang dua diantaranya adalah wanita. Para penyelam ini berhasil menemukan bungkusan bahan narkoba dan mengevakuasinya ke darat. "Ini harus dilatih secara terus menerus karena Bali ini banyak wilayah lautnya. Bukan tidak mungkin kejahatan trans-nasional terjadi di wilayah laut Bali. Sebagai pengamanan wilayah laut, personil Polairud harus mampu memberantas segala kejahatan yang ada melalui laut," ujar Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

Menariknya, apel peringatan HUT ke-67 tersebut berlangsung unik karena digelar di daam laut. Dalam upacara tersebut ratusan personil dari Polairud Polda Bali, TNI AL, Tim SAR Denpasar, Basarnas langsung berbaris di dalam laut atau sekitar 5 meter dari bibir pantai. Meski basah dan dihempas gelombang, seluruh anggota tetap berbaris rapih. Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose tampil sebagai inspektur upacara dihadiri oleh Wakapolda Bali Birgjen Pol Alit Widana, para pejabat tinggi Polda Bali, pejabat dari Kodam IX Udayana, TNI AL Denpasar. Menurut Kapolda, sejak awal rencananya jika apel ini dilakukan di tempat kering.

"Saya tidak mau, dimana yang namanya Polairud tidak basah-basah. Itulah sebabnya, saya katakan kita harus apel dalam air, sekalian basah-basah. Kemudian Dirpolair maunya Kapolda berjalan di tempat kering. Saya katakan, tidak. Kapolda juga harus basah. Makanya, usai uacara saya perintahkan seluruh personil Dit Polairud untuk menceburkan Dir Polairud ke dalam laut," ujarnya.

Upacara berlangsung hikmat dan khusuk. Setelah upacara, dilanjutkan dengan Tarian Bali Gemilang. Kapolda dan seluruh pejabat tinggi di Polda Bali turun ke pantai untuk mengikuti Tarian Bali Gemilang. Beberapa Polwan cantik tampak di barisan paling depan untuk memandu Tarian Bali Gemilang.