Diposting : 27 March 2018 11:42
Redaksi - Bali Tribune
sosis
Keterangan Gambar: 
Siswa keracunan dirawat di ruang IGD RSUD Bangli,Senin (26/3).

BALI TRIBUNE - Saat sekolah sibuk mempersiapkan diri menyongsong lomba Adiwiyata Tingkat Nasional, terjadi peristiwa memilukan. Belasan siswa SD 2 Abuan, Susut, Bangli dilarikan ke RSUD Bangli akibat mengalami keracunan. Diduga pemicu keracunan adalah makanan jenis sosis berbumbu saus yang dijual di kantin sekolah.

Peritiwa Senin (26/3) sekira pukul 09.30 wita pagi itu membuat bingung para guru dan orang tua siswa dari sekolah yang beralamat di Dusun Serokadan, Desa Abuan, kecamatan Susut, Bangli.

Pantauan di ruang IGD RSUD Bangli, tampak beberpa orang siswa kondisi lemas berbaring di di bed. Tim medis sibuk memberikan pertolongan. Salah seorang guru SD 2 Abuan, Sang Ayu Putri menuturkan musibah keracunan berawal dari jam istirahat siswa jam 09.30 wita. “Kesemapatan jam istirahat dimanfaatkan para siswa berbelanja dikantin sekolah. Haya ada satu kantin di sekolah, sementara yang berjualan di kantin,” ungkapanya.

Sekitar pukul 10.00 wita, salah seorang siswa atas nama Anak Agung Aditya Wibawa mendatangi ruang guru dengan keluhan merasa mual- mual sehabis menyantap sosis dengan bumbu saus yang dibelinya dikantin.

Selang beberpa menit kemudian datang siswa atas nama Sang Nyoman Sugiarta yang mengatakan saat menyantap sosis dengan bumbu saus ada ulat dibibirnya. “Mendengar pengakuan siswa pihak guru langsung mendatangi kantin, setelah dicek ternyata benar ada ulat di bumbu saus tersbeut,” jelasnya sembari menambahkan beberpa saat kemudian beberpa orang siswa muali mengeluh mual dan pusing-pusing.

Selanjutnya pihak sekolah mengambil tindakan awal yakni memberikan minuman susu kepada siswa yang sebelumnya sempat menyantap sosis berbumbu sambal. “Usai diberikan susu tiga orang siswa dianataranya Sang Nyoman Sugiarta dan Sang Ketut Juniarta, Ida Bagus Pradipta langsung muntah-muntah.

Khawatir dengan kondisi yang semakin parah, ketiga siswa yang mengalami muntah- muntah dilarikan ke Puskesmas Pembantu Abuan, namun sayang di Puskesmas Abuan tidak ada petugas jaga. Selanjutnya siswa yang diantar para guru dengan dibonceng sepeda motor itu langsung dilarikan ke Puskesmas Apuan, di Desa Apuan, Susut Bangli.

Setelah mendapat penanganan awal ,petugas medis di Puskesmas Apuan akhirnya merujuk siswa ke RSUD Bangli . “Total ada 14 siswa yang mengalami keracunan dan dilarikan ke RSUD Bangli, setelah mendapat penanganan medis kondisinya sudah mulai membaik,” ucapnya.

Sementara itu, siswa lainnya, Sang Nyoman Sugiarta mengaku membeli sosis di kantin sebanyak 3 buah, dengan harga Rp 3.000. “Saya belinya tiga buah, sedangkan adik saya belinya hanya satu. Saat belinya tidak lihat ada ulat, tapi setelah dimakan ada ulatnya,” ungkapnya didampingi gurunya.

Kepala Sekolah SD 2 Abuan Luh Putu Sumetri saat dikonfirmasi mengaku sangat terpukul dengan musibah yang terjadi, pasalnya SD 2 Abuan kini masih berkutat dalam persiapan menyongsong penilian lomba Adiwiyata tingkat Nasional.

Dia mengaku pihaknya rutin melakukan pembinaan kepada pengelola kantin. “Dalam setiap pembinaan kami sudah melarang pengelola kantin menjual makanan menggunakan pewarna, mie dan makanan tidak higines lainnya,” jelas Luh Sumetri sembari menujukan buku catatan pembinaan kantin.

Lantas mengapa keracunan bisa terjadi? Sumerti mengaku dalam beberapa hari ini sekolah kurang fokus melakukan pengawasan terhadap jenis makanan yang dijual di kantin. “Dari total 167 siswa, 14 siswa mengalami keracunan sehabis menyantap sosis berbumbu saus” ungkapnya sembari.

Ketua Komite SD 2 Abuan, I Wayan Sudiarsa mengaku mengetahui beberapa siswa mengalami keracunan setelah mendapat telpon dari pihak sekolah. Mendapat informasi itu pria yang juga Sekertaris Dinas Sosial Bangli ini langsung meluncur ke SD 2 Abuan.

“Tiba di sekolah kami melihat beberpa orang siswa mengeluh sakit perut dan mual- mual, tanpa berpikir panjang beberpa orang siswa langsung kami larikan ke RSUD Bangli,” ujarnya.

Sebagi perwakilan orang tua siswa , maka pihaknya akan segera melakukan rapat dalam kaitanya melakukan evaluasi terhadap pengelolaan kantin. “Dalam rapat nanti kita anjurkan agar pengelola kantin tidak menjual makanan yang menggunakan zat pewarna dan kalau bisa menjual makanan khas Bali yang sudah barang tentu dalam pengolahanya tanpa bahan pewarana atau pengawet,” sebutnya .

Sementara pengelola kantin, Ni Ketut Nusa mengaku, pihaknya sungguh-sungguh memperhatikan pembinaan dari sekolah tentang kebersihan makanan yang dijual. Dikatakan, saat pembinaan kantin sekolah pihaknya sudah bertanya boleh menjual sosis atau tidak, dan oleh sekolah dipersilakan.

“Ada pembinaan kantin, saya sudah ikuti saran itu. Seperti bungkus makanya harus pakai daun sudah saya lakukan, dan katanya jual sosis tidak masalah makanya saya tetap jual,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku biasa membeli sosis disalah satu toko di komplek pertokoan Pasar Gianyar. Sosis yang dijual baru dibeli Sabtu (24/3) lalu dan termasuk saus untuk bumbu sosis tersebut. “Sosis digoreng di rumah, di bawa ke sekolah sudah dalam keadaan matang,” katanya. Disinggung tentang massa kadaluarsa, Ketut Nusa mengaku sudah mengecek hanya saja dikemasan tersebut tidak tertera massa tenggang.

Wadir Pelayanan RSUD Bangli, I Ketut Darmaja mengatakan belasan siswa SD 2 Abuan tiba di RSUD Bangli sekitar pukul 11.00 wita diantar oleh para guru. Dari hasil observasi kondisi siswa tidak begitu menghawatirkan sehingga tidak dipasang infuse.”Melihat kondisinya mungkin seluruh siswa boleh dipulangkan” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan dr I Nengah Nadi mengatakan untuk siswa yang mengalami keracunan memang sempat mendapat penanganan medis di RSUD Bangli, namun semuanya sudah bisa pulang. Petugas dari Diskes sudah turun untuk mengambil sampel berupa sisa muntahan makan berupa sosis dan saus yang nantinya akan dibawa ke Lab untuk teliti untuk mengetahui secara pasti penyebab siswa mengalami keracunan.

Ketika disuinggung kondisi Puskesmas Pembantu di Desa Abuan yang sepi petugas ? Kata kadis asal Karangasem ini , untuk petugas di pustu Abuan sebanyak 2 orang. Mungkin ketika guru yang datang bersama siswanya , petugas sedang tugas keluar “ Mungkin petugas sedang turun melakukan imuninasi JE ,sehigga kondisi Pustu tidak ada petugasnya” ujar Kadiske dr I Nengah Nadi.

Ditempat terpisah Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Karyawan mengatakan mendapat laporan siswa SD 2 Abuan mengalami keracunan, pihaknya bersama anggota langsung turun ke TKP.

“Sampel makanan berupa sosis, botol berisi saus dan bekas muntahan sudah kita amankan. Nanatinya sampel dibawa ke Labfor Denpasar guna mengetahui penyebab belasan siswa mengalami keracunan” tegasnya. Sebagai langkah awal, pihaknya telah memintai keterangan pengelola kantin. Para guru juga akan dimintai keterangan.