Bali Tribune, Jumat 20 April 2018
Diposting : 6 February 2018 20:22
Khairil Anwar - Bali Tribune
Dandim
Keterangan Gambar: 
SERAHKAN KUNCI - GM Pelindo Bali Nyoman Swarjoni Astawa bersama Dandim 1609/Buleleng Letkol (Inf) Verdi De Irawan menyerahkan kunci rumah kepada Ni Made Suerti, Senin (5/2).

BALI TRIBUNEDibantu prajurit Kodim 1609/Buleleng, Komunitas PLN Bali membantu membangun rumah untuk Ni Made Suerti (45) warga Banjar Dinas Kalang Anyar, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt. Suerti merupakan salah seorang keluarga kurang beruntung yang belum tersentuh bantuan bedah rumah pemerintah. Sehingga oleh Komunitas Insan PLN Berbagi diinisiasi untuk diberikan bantuan. Selain memberikan bantuan rumah, komunitas insan PLN juga tergerak untuk memberikan sambungan instalasi listrik 900 VA sekaligus memberikan Sertifikat Laik Operasi hingga tahun 2033.

GM PLN Bali Nyoman Swarjoni Astawa mengatakan, bantuan bedah rumah tersebut  bukan merupakan sumbangan dari perusahaan namun merupakan kepedulian dari komunitas yang bekerja dilingkungan PLN Bali.”Kegiatan pemberian bantuan berupa bedah rumah merupakan agenda rutin. Ini murni inisiasi dari pegawai dilingkungan PLN Bali dan kita semua mendukungnya,” terang Swarjoni, Senin (5/2) usai serah terima kunci rumah kepada Ni Made Suerti.

Swarjoni mengaku dana untuk pemberian bantuan berupa bedah rumah merupakan iuran urunan pegawai PLN dan diperuntukkan untuk kegiatan yang bersifat sosial. ”Sudah ada 15 unit rumah kita bangun diseluruh Bali dan gerakan ini tidak membawa misi apa-apa selain untuk kemanusiaan,” imbuhnya.

Untuk pemberian satu unit rumah, Swarjoni memberikan bantuan sebesar Rp 18 juta dengan catatan lahan milik sendiri dan bukan menempati lahan orang lain. ”Memang persyaratannya lahan harus milik sendiri dan teman-teman melakukan survey sebelum memutuskan untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Hanya saja dalam pengerjaan,Komunitas Insan PLN Bali bersinergi dengan prajurit TNI dimana penerima bantuan berdomisili. ”Khusus untuk bedah rumah di Buleleng kami bekerja sama dengan Kodim 1609/Buleleng,” ungkapnya.

Dandim 1609/Buleleng Letkol  Infanteri Verdi De Irawan,  mengatakan,prajurit TNI  setiap saat bisa dikerahkan untuk kegiatan seperti membantu pembangunan  bedah rumah. Hal ini bagian dari sinergitas TNI dengan semua lapisan masyarakat untuk membantu menangani persoalan kesejateraan dimasyarakat. ”Kalau untuk rakyat TNI selalu siap kapan pun dibutuhkan.Dan untuk membangun rumah ini (bantuan rumah untuk Suerti, red) kami butuh waktu 12 hari. Bahkan kalau dibutuhkan bisa lebh cepat dari itu,” ujarnya.

Menurut Letkol Verdi, TNI mengedepankan kepentingan bersama tanpa melihat asal usul maupun latar belakang dalam membantu kegiatan yang bersifat sosial dan kemanusiaan. ”Asal tidak membawa bendera kelompok dan golongan TNI siap digerakkan untuk membantu kepentingan rakyat,” tandasnya.

Ni Made Suerti dengan rasa haru mengaku sangat senang bisa mendapat bantuan bedah rumah tersebut. Dengan pemberian itu, menurut Suerti, dia bersama keluarga bisa hidup lebih layak dirumah yang juga layak untuk dihuni. Suerti mengaku selama ini belum tersentuh bantuan dari pemerintah dan merasa bersyukur pegawai PLN bisa mewujudkan mimpinya menempati rumah yang lebih layak. ”Saya mengucap syukur atas bantuan ini dan berterimakasih karena kedepan saya tidak risau lagi dengan kondisi rumah tinggal saya,” ujarnya.