Diposting : 16 November 2017 21:05
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
relawan
Keterangan Gambar: 
BENTUK – BPBD Kabupaten Tabanan, Rabu (15/11), melaksanakan pembentukan dan pengembangan relawan sekolah sungai.

BALI TRIBUNE - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, Rabu (15/11), di ruang rapat Kantor Perbekel Dauh Peken,Tabanan melaksanakan pembentukan dan pengembangan  komunitas atau relawan  sekolah sungai.  Kegiatan itu merupakan salah satu tahapan dari rangkaian gerakan pengurangaan resiko bencana melalui kegiatan sekolah sungai di kabupaten Tabanan.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita, yang juga penanggung jawab kegiatan itu. Dalam laporanya yang dibacakan oleh Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPDB Kabupaten Tabanan Ketut Supadma  mengatakan dalam rangka pengurangan resiko bencana di 136 kabupaten/kota sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, dimana Kabupaten Tabanan termasuk didalamnya. Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) melaksanakan kegiatan penguatan kelembagaan bidang pengurangan resiko bencana berupa kegiatan sekolah sungai.

Supadma melanjutkan pelaksanaan pembentukan dan pengembangan komunitas sekolah sungai berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 15 sampai dengan 17 Nopember 2017, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang relawan. Adapun tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membentuk dan mengembangkan komunitas atau relawan sungai dan menciptakan jejaring atau komunikaasi pinggiran sungai sebagai agen restorasi sungai sebagai bagian dari pengkaderasi dan volunterism atau agen dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan pengurangan resiko bencana.

Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan Gerakan sekolah sungai merupakan sebuah proses pemberdayaan komunitas yang berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkkan berbagai pemangku kepentingan. Pembentukan dan pengembangan komunitas atau relawan  tersebut, menghadirkan fasilitator nasional, fasilitator daerah  dan narasumber lainnya.

Ngurah Sucita mengharapkan kegiatan dimaksud dapat membentuk relawan yang menjadi garda terdepan gerakan ini. ” Semoga komunitas atau relawan  sekolah sungai yang terbentuk dapat menjadi agen gerakan pengurangan resiko bencana bagi masyarakat untuk kemajuan pembangunan Tabanan menuju Tabanan Serasi, Tabanan yang sejahtera, aman dan berprestasi,” tutupnya.