Diposting : 8 August 2016 14:01
ayu eka - Bali Tribune
komputer
Keterangan Gambar: 
I Komang Purnama

Denpasar, Bali Tribune
Penjualan produk komputer/laptop belum menggairahkan. Pasalnya, tingginya kurs dolar terhadap rupiah dan pelemahan ekonomi nasional merupakan salah satu pemicu anjloknya bisnis komputer di Indonesia maupun Bali.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), I Komang Purnama ketika dihubungi, Minggu (7/8) mengakui bahwa kondisi bisnis komputer secara umum belum bagus dan kurang menggeliat karena adanya smartphone dijual dengan harga murah yang menyaingi bisnis komputer/laptop.

Meski demikian, Apkomindo kata dia telah menyiasati kondisi tersebut dengan memberikan beberapa kemudahan kepada pembeli.
"Tapi kita sudah ada kiat-kiat dalam meningkatkan penjualan, tentunya dengan inovasi-inovasi berupa kemudahan cara pembayaran," terang Purnama.

Kemudahan pembayaran yang diberikan kepada pembeli disebutkannya yaitu memberikan bonus-bonus. Selain itu memberikan keringanan berupa cicilan 0 persen dengan menggunakan kartu kredit dan menerima transaksi pembayaran e-pay atau pembayaran dengan uang elektronik.

Cara tersebut dikatakan Purnama sangat efektif menarik minat terutama kalangan menengah keatas untuk melakukan transaksi pembelian komputer/laptop. "Untuk menengah keatas menarik ini 0 persennya bahkan dibela-belain (membeli komputer/laptop) tapi yang tidak punya kartu kredit ini yang jadi masalah dan mereka larinya ke lembaga dana. Kita biasanya kerjasama dengan koperasi untuk mengcover dana tersebut," bebernya.

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa tahun ajaran baru juga tidak membawa dampak peningkatan penjualan komputer/laptop. Menurut Purnama trennya jika tahun ajaran baru uang masyarakat digunakan untuk biaya pendaftaran sekolah, SPP dan uang gedung sehingga pembelian komputer/laptop ditunda hingga 3 bulan kedepan. "Dari Agustus baru mulai terlihat ada permintaan pembelian dari pelajar dan mahasiswa," sebut Purnama.

Bisnis komputer mulai anjlok sejak memasuki tahun 2015. Pada tahun 2014 lalu penjualan komputer/laptop disebutkannya masih menggairahkan. Penurunan bisnis produk tersebut dari tahun 2015 hingga sekarang turun sampai 40 persen.

"2014 penjualan lebih bagus. Penurunan penjualan dari 2015 signifikan, hampir 40 persen karena kurs dolar tinggi dari Rp11 ribu menjadi Rp13 ribu (menyebabkan harga komputer/laptop naik). Itulah yang menghambat karena transaksi dengan mata uang asing juga untuk produk yang impor. Ini pasti ada pengaruhnya. Pengaruhnya juga kondisi ekonomi kita saat ini memang belum menggeliat," jelasnya.

Saat ini ditambahkan Purnama, laptop layar sentuh dan body yang semakin tipis serta ringan lebih diminati masyarakat meskipun dari sisi harga tergolong mahal berkisar diatas Rp 10 juta. Dari sebanyak 2 ribu anggota Apkomindo di seluruh Indonesia dan sekitar 100an anggota di Bali menargetkan penjualan produk komputer/laptop tahun 2016 meningkat 10 persen hingga 20 persen dari tahun lalu.