Diposting : 31 May 2017 20:46
redaksi - Bali Tribune
pariwisata
Keterangan Gambar: 
SIAP - Bangsawan Asia siap berinvestasi untuk pengembangan Pariwisata di Blahbatuh, Gianyar.

BALI TRIBUNE  - Puri Ageng Blahbatuh, Senin (39/5) malam, kedatangan sejumlah tamu istimewa dari beberapa negara tentagga, serangkaian acara makan malam bersama. Pada kesempatan ini, bangsawan asal Singapura, Malaysia, Tiongkok serta investor lainnya, melirik  Blahbatuh sebagai destinasi pariwisata, sebagai  Ubud kedua dengan kemasan berbeda.

Pada acara makam malam itu, hadir Dato Li Beijing, Dato Lee Keh li, Dato Fang Qing, Dato Cai Chunxu, serta invsetor dari perusahan ternama dari negara-nagara tetangga. Para bangsawan ini disematkan tanda penghormatan dari keluarga besar Puri Ageng Blahbatuh, oleh Palinggir Puri, AA Alit Kakarsana. Selanjutnya, disuguhkan dengan tabuh dan tari olah seniman Blahabatuh.

Rombongan tamu-tamu istimewa ini juga berkesempatan berkeliling di areal Puri Ageng Blahbatuah seluas empat hektar tersebut. Mereka sangat menikmati suasana Puri yang masih mencerminkan suasana kerajaan tempoe doloe dengan vibrasi spiritualnya. Kemudian dilanjtkadnegan akan malam bersama diringai musik etnis dari seniman muda Blahbaruh.

Penglingsir Puri Blahbatuh, Anak Agung Alit Kakarsanam mengungkapkan, kehadiran tamu istimewa ini merupakan salah staua upaya untuk memperkenal Blahbatuh sebagai destinasi wisata.  “Dengan dukungan semua komponen di Blahbatuh,  kami sangat  serius mengembangkan destinasi wisata. Kebetulan, sebagai pusat atau centralnya pariwisata di Kecamatan Blahbatuh ini adalah di Puri  Ageng Blahbatuh,” ungkapnya.

Lanjutnya, pengembangan wisata di Puri Blahbatuh adalah untuk memberikan alternative baru kepada wisatawan. Terlebih,  Ubud  kini mulai menuai kendala, khususnya kemacetan yang sangat mempengaruhi aktivitas keperiwisataan. Sehingga dengan pengembangan pariwisata di bumi Kebo iwa itu, diyakini Blahbatuh akan menjadi Ubud kedua dengan konsep dan kemasan yang berbeda.

Terlebih lagi, Blahbatuh juga  memiliki potensi pariwisata dan sudah mendapat sambutan dari wisatawan. Sebagai potensi yang dimiliki Puri Blahbatuh sendiri adalah obyek Puri sendiri yang luasnya sekitar 4 hektar yang terdiri dari beberapa bagian puri. Disamping itu, di dalam puri juga terdapat benda sacral seperti Topeng Gajah Mada serta Topeng Kebo Iwa. Sedangkan daya dukung pariwisata tersebut adalah Air Terjun Srogsogan, Pasar Yadnya, hamparan sawah seluas 250 hektar, pusat ukiran kayu, kerajinan bamboo, sanggar tari Barong dan Tari lainnya. “Blue print pariwisata Blahbatuh sudah kita susun, utamanya bagaimana agar masyarakat luas bisa terlibat dalam pengembangan pariwisata ini,” jelasnya.

Seiring dengan pengembangan pariwisata di Blahbatuh, pihaknya akan  terus mengundang investor pariwisata untuk ikut mengembangkan pariwisata di wilayahnya. Dengan hadirnya investor Asia ini, diharapkan pengembangan pariwisata di Blahbatuh bisa lebih cepat dan bisa mendatangkan wisatawan dari negeri asalnya. “Saya sangat senang, karena para investor ini menyatakan keseriusannya  untuk menanamkan modalnya di Blahbatuh. Kami yakin, Blahbatuh sebagai detinasi wisata, akan  semakin wisatawan mancanegara,” pungkasnya.