Bali Tribune, Senin 23 April 2018
Diposting : 27 April 2016 15:50
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Petugas BLH Denpasar bekerjasama dengan Dishub saat melakukan uji emisi kendaraan bermotor di Lapangan Sesetan, Selasa (26/4)

Denpasar, Bali Tribune

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Denpasar melakukan kegiatan uji emisi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat di empat kecamatan di Denpasar, Selasa (26/4) kemarin. Dalam uji emisi yang dilakukan secara gratis ini, BLH menargetkan melakukan uji emisi sekitar 2000 kendaraan.

Kepala BLH Kota Denpasar Anak Agung Bagus Sudharsana, mengatakan, uji emisi ini dalam rangka memperingati Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup. Untuk lokasi yang dipilih untuk dilakukan uji emisi yakni di empat kawasan, dimulai dari Lapangan Sesetan dilanjutkan di Jalan Puputan Renon, di Jalan Mulawarman dan terakhir di Jalan Teuku Umar Barat.

"Uji emisi dilakukan random sapling yang dilakukan di empat kecamatan mengingat kendaraan memiliki potensi untuk melakukan pencemaran," kata Sudharsana, disela-sela uji emisi di Lapangan Sesetan, kemarin.

Dikatakan Sudharsana, uji emisi ini bertujan untuk mengendalikan pencemaran udara oleh kendaraan bermotor. Setelah melalui uji emisi diharapakan gas buang dari kendaraan bermotor tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia.

"Untuk melakukan pengawasan terhadap kendaraan bermotor yang tidak lulus uji emisi, kami telah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan. Dari Dinas Perhubungan langsung melakukan pengawasan terhadap kendaraan bermotor yang bermasalah dalam gas buang tersebut," katanya.

Terkait dengan batas ambang lolos uji emisi, dia menerangkan untuk mobil injeksi ambang batas CO2 3,5 persen, AC 300 PPM, CO2 minimal 12 persen, O2 2 persen, dan lambda mesin 97-1,03. Dengan ambang batas tersebut tidak selalu kendaraan yang lolos uji emisi merupakan kendaraan baru saja, juga kendaraan yang usianya sudah tua. "Kendaraan yang tidak lolos maupun lolos ini tidak berdasarkan umur kendaraan tetapi tergantung dari perawatannya," ujarnya.

Ditambahkannya, selain melakukan uji emisi terhadap kendaraan  bermotor, pihaknya juga akan melakukan uji emisi di sejumlah tempat yang berpotensi juga menimbulkan pencemaran udara, seperti pada sekolah maupun kantor yang menggunakan mesin."Setelah ini kami juga akan menyasar kantor dan sekolah-sekolah yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara," katanya.

Sementara itu, uji emisi yang digelar BLH Denpasar ini disambut baik oleh warga. Warga menilai uji emisi ini bagus untuk mewujudkan udara bersih dan membantu mencegah pemanasan global. "Saya selaku masyarakat sangat setuju sekali bila dilaksanakan uji emisi seperti sekarang ini. Uji emisi sangat bagus disamping untuk mewujudkan udara bersih juga membantu mencegah pemanasan global," kata Gusti Made Jiwayasa.

Hal senada disampaikan Made Dharma asal Denpasar yang mengatakan uji emisi ini sangat bagus untuk mencegah pencemaran udara. Mengingat sekarang ini jumlah kendaraan bermotor makin hari semakin bertambah tentunya akan mempengaruhi kualitas udara. "Untuk itu, uji emisi ini sangat tepat sekali sehingga masyarakat mengetahui kadar gas buang kendaraan yang dimilikinya," ujarnya.