Diposting : 15 September 2019 23:40
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ Bocah I Gede DMP (9) yang mengaku diculik sedang bersama dengan petugas kepolisian.
balitribune.co.id | Gianyar - Sempat mereda, aksi penculikan anak kini kembali meresahkan warga Gianyar. Setelah adanya pengakuan seorang anak bernama I Gede DMP (9) di Desa Saba, Blahbatuh menjadi korban penculikan oleh dua orang tak dikenal. Menurut keterangan korban, dalam perjalanan, pelaku terlibat kecelakaan (Laka) dan korban yang sudah dibius itu, akhirnya ditinggalkan di pinggir jalan. 
 
Atas pengakuan anak ini, polisi pun bersikap hati-hati, mengingat, sebelumnya juga pernah seorang ibu di Batubulan, berbohong jika anaknya diculik dan berhasil direbutnya. Dari keterangan yang diterima, Minggu (15/9) kemarin, bocah yang mengaku menjadi korban penculikan itu adalah I Gede DMP (9) asal Banjar Banda, Desa Saba, Blahbatuh. Dari pengakuan bocah ini, kini masyarakat setempat sangat was-was, dan anak-anak pun ketakutan bepergian sendiri. Sayangnya, korban menceritakan penculikan itu ke orangtuanya setelah beberapa hari kejadian dan itupun tidak dilaporkan ke pihak kepolisian.
 
Disebutkan, kejadiannya, Sabtu (7/9) lalu. Saat itu, sekitar Pukul 18.00 Wita, korban korban sedang naik sepeda melintas di perbatasna Banjar Banda dan Banjar Pinda. Dalam kondisi jalanan sepi, bocah ini didekati oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepedamotor. Selanjutnya korban langsung dibekap, mulutnya dibungkam dengan tissu dan dibius. 
 
Namun dalam perjalanan, pelaku yang membawa korban akhirnya terlibat kevelakaan lalu lintas karena out of control (oc) tepat di depan Balai Banjar setempat..Korban akhirnya ditinggalkan tergeletak dipinggir jalan dan pelaku kabur.
 
Atas cerita lejadian itu, Kelian Banjar Banda, I Kadek Merta Anggara bersama Bimas dan Babinkantibmas sudah mendatangi korban ke ruamahnya. Dari penuturan ayah korban, I Wayan Sudanta, terang Kelihan Merta, bahwa anaknya bercerita setelah beberapa hari kejadian. 
 
Atas pertimbangan psikis anaknya, iapun tidak melapor ke polisi. Sementara dari pengakuan korban ke Kelian dan babin, pelakunya dua orang yakni satu orang Dewasa dan satunya lagi masih anak-anak.
 
Cerita penculikan inipun jadi topik pembicaraan warga dari mulut ke mulut. Warga pun lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Demikian anak-anak setempat, kini takut bermain sendiri terlebih di perbatasan Banjar Banda dan Bonbiu.
 
"Di perbatasan ini memang agak sepi dan daerah persawahan. Biasanya dijadikan tempat main layangan oleh anak-anak," terang lelian merta lagi.
 
Aparat dari Satuan Reskrim Polsek Blahbatuh dan Polres Gianyar juga mendatangi rumah korban dan mengaminta keterangan, Minggu (15/7) . Lanjut itu, melakukan rekonstruksi di TKP bersama korban. Sayang tidak adanya saksi lain selain mengakuan korban, membuat gambaran pelaku menjadi mestirius. 
 
“Kami masih mendalami kebenaran kasus ini,” terang Kanit Reskrim Polsek Blahbatuhl, Iptu I Ketut Merta singkat. (u)