BPJS Perlu Intensifkan Sosialisasi dan Komunikasi | Bali Tribune
Diposting : 3 August 2016 14:45
Arta Jingga - Bali Tribune
BPJS
AUDENSI - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menerima audiensi BPJS Kesehatan di Ruang kerjanya, Selasa (2/8).

Tabanan, Bali Tribune

Partisipasi masyarakat terkait Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,  khususnya pada swasta dan badan usaha di Tabanan, masih belum maksimal. Oleh karena itu dibutuhkan adanya sosialisasi secara intensif kepada masyarakat agar benar-benar mengetahui manfaat program tersebut. Tidak hanya itu, dibutuhkan juga komunikasi dan koordinasi antara BPJS pada setiap leading sector.

Hal tersebut diuangkapkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menerima audiensi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Ruang kerjanya, Selasa (2/8). Turut hadir Asisten I Kabupaten Tabanan I Wayan Yatnanadi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar  Kiki Christmar Marbun dan Kepala Departemen Pemasaran Divisi Regional XI Sri Wahyuningsih.

Kiki Christmar Marbun mengungkapkan saat ini partisipasi Badan Usaha Swasta masih minim. Dirinya berharap bantuan pemerintah  agar partisipasi masyarakat khususnya di bidang swasta dapat maksimal. Menurutnya BPJS akan melakukan sosialisasi sehingga kedepan pesertanya terus mengalami peningkatan. Pihaknya juga mengungkap mengenai perlunya pembangunan klinik/puskesmas kebutuhan dengan pelayanan 24 jam  yang belum ada di Tabanan.

Bupati Eka mengungkapkan bahwa sosialisasi tentang BPJS Kesehatan perlu dimaksimalkan supaya masyarakat mengetahui dan mendapat manfaat dari keberadaan BPJS Kesehatan ini. “Intensifkan sosialisasi. BPJS harus berjuang aktif menanyakan kebutuhan pelanggan.  Selama ini pemahaman masyarakat tentang pentingnya BPJS tidak maksimal karena mereka belum mengerti dan merasakan sepenuhnya manfaat  dari BPJS ini.  Kita harus lihat dan pahami kondisi masyarakat,” jelasnya.

Terkait dengan klinik/puskesmas di Tabanan, pihaknya akan berupaya untuk mengoptimalkan pelayanan di klinik/puskesmas di Tabanan sehingga diharapkan nantinya dapat beroperasi 24 jam. “Berdayakan puskesmas yang ada, lakukan penambahan fasilitas dan tenaga medisnya, sehingga diharapkan nantinya dapat beroperasi selama 24 jam. Hal ini lebih efisien daripada melakukan pembangunan klinik/puskesmas yang baru,” katanya.