Diposting : 2 June 2017 19:28
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Wisatawan
Keterangan Gambar: 
PETA WISATA - Wisatawan Korsel yang akan berlibur ke Bali dibekali peta wisata Bali dalam Bahasa Korea.

BALI TRIBUNE - Selama periode Ramadhan ini kedatangan wisatawan nusantara (wisnus) ke Bali trennya diperkirakan mengalami penurunan. Guna menutupi sepinya kunjungan wisnus, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali melakukan strategi untuk lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata terutama wisman Korea Selatan (Korsel).

Ketua BPPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengungkapkan jika bulan Juni menjadi momen berliburnya warga Korsel keluar negeri. Momentum ini dimanfaatkan BPPD Bali melakukan promosi pariwisata di Negeri Ginseng guna menggenjot kunjungan wisman Korsel ke Bali.

“Promosi ini dengan menyebarkan peta wisata Bali dalam Bahasa Korea yang disebar kepada penumpang Garuda terbang dari Incheon Airport Korea ke Bali. Kenapa bulan Juni? Karena Juni adalah high season-nya turis Korsel,” ungkapnya melalui siaran persnya, Kamis (1/6).

Pria yang akrab disapa Cok Ace mengatakan ada hadiah-hadiah khusus yang bisa diterima turis Korsel jika menunjukkan peta wisata Bali itu di beberapa tempat wisata. Peta ini hasil kerjasama Garuda Indonesia dengan BPPD Bali, Angkasa Pura serta pelaku pariwisata yang fokus terdapat pasar Korsel.

Menurutnya, sebagai Badan Promosi, harus tajam memperhatikan naik turun arus penumpang atau wisatawan. “Jadi setelah dicermati, pasar domestik anjlok nilai belanja (tourism spending) di periode Ramadhan. Sudah terlihat tidak ada mobil mobil plat B dan L sangat lenggang di Kuta. Karena memang situasi begitu. Sekarang ini kesempatan untuk mendatangkan turis asing seperti dari Korsel,” terang Cok Ace.

Lebih lanjut dia menerangkan, karakteristik turis Korsel saat berwisata di Bali datangnya tidak ber-grup. Hal ini berbeda dengan turis Tiongkok, pola berwisata mereka cenderung ber-grup. “Banyak wisman yang sudah pede travelling secara individu atau istilahnya FIT (Frequent Individual Traveller). Mereka suka beli paket wisata yang fleksibel dan tidak diatur atau digiring-giring ke destinasi kunjungan grup. Turis Korsel biasanya berwisata dengan keluarga dan ada juga couple/pasangan,” jelasnya.

Sementara itu disebutkan Cok Ace, Garuda Wisnu Kencana merupakan salah satu destinasi yang cenderung didatangi wisman Korsel selama berlibur di Bali. “Karena mereka suka selfie dan mengagumi budaya tari-tarian. Wisman Korsel juga suka shopping produk perawatan kulit dan wajah yang bermerk karena orang Korea sangat sadar kecantikan,” imbuhnya.

Sementara itu General Manager Garuda Indonesia Korea Selatan, I Wayan Supatrayasa mengatakan Garuda Indonesia di Korsel beserta BPPD Bali sedang melakukan promosi perihal Bali Map yang disiapkan di check-in counter Garuda untuk wisatawan Korea yang akan berlibur ke Bali. “Informasi tersebut, kami juga sudah share melalui web khusus kami dan channel marketing digital kami dalam Bahasa Korea untuk menarik minat wisatawan Korea berlibur ke Bali,” katanya.

Pihaknya menyampaikan jika potensi wisatawan Korea sangat besar, dari 20 juta tahun lalu orang Korea yang berlibur keluar negeri, Bali hanya mendapatkan kurang dari 400 ribu wisman Korsel. “Ayo kita bidik lagi wisatawan Korea berkunjung ke Bali,” tutupnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah Bali periode Januari-Maret 2017 tercatat sebanyak 39.467 kunjungan wisman Korsel ke Bali. Jumlah tersebut naik sebesar 10,16 persen dari kunjungan periode yang sama tahun 2016 lalu yakni sebanyak 35.826 wisman Korsel.