Diposting : 11 September 2017 20:29
Release - Bali Tribune
muktamar
Keterangan Gambar: 
Pembukaan Muktamar ke-9 diisi dengan pementasan Tari Sekar Jagat dan Cendrawasih. Tampak Wagub Ketut Sudikerta mewakili Gubernur Bali pose bareng dengan penari serta perwakilan panitia Muktamar usai membuka acara tersebut di gedung Jayasabha Kantor Gubernur Bali, Sabtu (9/9) lalu.

BALI TRIBUNE - Gubernur Bali, diwakili Wagub Ketut Sudikerta menjamu makan malam peserta Muktamar ke-9 Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Sabtu (9/9) lalu.

Dalam sambutannya, Gubernur Pastika mengapresiasi dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan muktamar kali ini. Ia berharap nuansa keindahan dan kedamaian alam Bali, dapat memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi para peserta sehingga dapat merumuskan hal-hal terbaik nantinya.
Gubernur menyampaikan, bahwasannya terdapat dua peninggalan bersejarah yang masih disucikan sampai saat ini. Dua peninggalan dimaksud adalah, merajan (pura keluarga,red) dan pohon beringin yang dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan Hindu.

“Salah satunya adalah, sebagai sarana pendukung kegiatan ritual ngaben,” sebut Pastika.
Dalam sambutannya itu, gubernur juga menerangkan soal gedung Jaya Sabha serta sejarah yang melatarinya. " Tempat ini namanya Jaya Sabha. Jaya Sabha adalah salah satu peninggalan kisah sejarah rakyat Bali. Jaya artinya kemenangan dan Sabha artinya tempat atau rumah ," terang Pastika
Diakhir sambutannya, orang nomor satu di Bali ini mengajak para peserta muktamar untuk meluangkan waktu berkeliling Pulau Bali guna berkunjung  ke sejumlah objek wisata yang ada di pulau ini.

" Hitung-hitung ikut menyumbang devisa bagi pariwisata Bali dan mendorong UMKM, " harap Pastika.
Pada kesempatan itu pula, Ketua ( AIPKI) periode 2017-2019 dr.H.Mahmud Ghazawie,Ph.D, Sp. PA (K) menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan serta kerjasama semua pihak atas terselenggaranya Muktamar ke- 9 ini.

Dijelaskan Ghazawie, muktamar ini diikuti 300 peserta yangmana adir dalam pembukaan diantaranya, perwakilan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Bali, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana serta undangan lainnya.
 Acara  juga diisi dengan penampilan tari dan lagu dan diakhiri dengan ramah tamah dan  foto bersama.