Diposting : 20 February 2018 20:53
Redaksi - Bali Tribune
Bukit Putung
Keterangan Gambar: 
Beginilah panorama yang tersaji saat kita berada di atas objek wisata Bukit Putung Karangasem.

BALI TRIBUNE - Berbicara objek wisata di wilayah kabupaten Karangasem, tak akan pernah habis untuk ditelusuri keindahannya. Objek ini tersebar mulai dari pusat kota sampai ke pelosok-pelosok desa. Hampir kesemua objek dimaksud menyajikan eksotika alam yang mengagumkan.

Begitu juga pula objek wisata Bukit Putung yang terletak di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat. Jaraknya sekitar 64 km dari Kota Denpasar, ±19 km dari Kota Amlapura,ibukota kabupaten. Dikarenakan letaknya di daerah pegunungan yang dikelilingi oleh perkebunan salak, desa inipun dikembangkan sebagai obyek wisata alam.
 
Nama objek ini ‘Putung’ dalam bahasa Bali berarti tidak mempunyai keturunan. Konon menurut legenda, warga yang tinggal di bukit Putung ini dikenai kutukan oleh seorang dukun pintar yang merasa dicurangi.
 
Dukun sakti ini dibunuh oleh para warga disebabakan karena kekayaan sang dukun yang ingin dirampas oleh para warga. Sebelum ajalnya, sang dukun yang merasa dikhianati mengutuk warga bukit tersebut supaya kelak dikemudian hari semua warga laki-lakinya tewas dan tak satupun dari mereka tersisa yang berarti habislah keturunan warga di bukit ini (Putung).
 
Daya tarik utama obyek wisata Putung adalah keindahan alam yang merupakan perpaduan antara panorama perbukitan, lembah, laut, hutan, dan perkebunan salak dengan hawa sejuk menyegarkan.
 
Dari tempat ketinggian dapat dilihat petak-petak sawah milik penduduk di Desa Adat Buitan, Kecamatan Manggis dan Labuhan Amuk dengan lautnya yang membentang luas membiru dengan perahu-perahu ( jukung ) nelayan yang sedang berlayar, kapal pesiar ( cruise ) yang kebetulan datang bersandar, dan dikejauhan Pulau Nusa Penida milik Kabupaten Klungkung nampak jelas terlihat.
 

Obyek wisata Putung berdekatan lokasinya dengan obyek agrowisata salak Sibetan di Kecamatan Bebandem.
Putung menjadi terkenal dengan keindahan panorama alamnya berkat lukisan Mr. Christiano, seorang pelukis asal Italia yang tinggal beberapa lama di Putung dan memperistri seorang wanita Karangasem dari Desa Manggis.