Diposting : 15 April 2019 22:41
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ Dewa Ary Wirawan
balitribune.co.id | Tabanan - Hingga saat ini tuan rumah Porprov Bali XIV/2019 Tabanan masih belum mengeluarkan buku panduan, karena masih memerlukan beberapa perbaikan.
 
Ketua KONI Tabanan, Dewa Ary Wirawan mengatakan, sebenarnya buku panduan tersebut sudah siap dicetak. Tetapi, lanjut dia, sejumlah cabor masih mencoba mengubah jumlah nomor pertandingan.
 
“Kami sifatnya masih menunggu perbaikan karena ada beberapa cabor berupaya mengubah jumlah nomor pertandingan. Kalau semuanya sudah klir, maka buku panduan tinggal  cetak saja,” ujar Dewa Ary Wirawan, Minggu (14/4).
 
Selain soal buku panduan, kata Dewa Ary, masalah lain soal GOR Debes yang baru, yang akan memasuki tahap kedua pembangunannya.
 
 “Ya memang untuk GOR Debes sampai sekarang ini masih belum ada kepastian penyelesaiannya kapan, tapi yang jelas sinyal kami peroleh bakal tuntas sebelum gelaran Porprov Bali nantinya,” kata Dewa Ary Wirawan.
 
Tak dipungkirinya, di GOR baru itu nantinya bakal dipertandingkan 3 cabor yakni Karate, Futsal dan Voli. Kondisi iu yang bakal didiskusikan terus dengan pihak terkait, jika memang ternyata kendala soal GOR baru itu belum tuntas sepenuhnya.
 
“Solusi dalam kondisi itu seperti yang telah kami lakukan ke cabor tenis lapangan, dimana tenis lapangan babak penyisihan bakal dilakukan di lapangan tenis KONI Bali, dan semifinal maupun final di Tabanan. Jadi selalu ada win-win solution,” tambah Ary Wirawan.
 
Sementara untuk nomor yang dipertandingkan, kata dia, memang ada upaya dari cabor untuk menambahnya. Itu semua lantaran terjadi mispersepsi. Namun, lanjut dia, pihaknya tetap mengacu hasil keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Bali silam.
 
“Memang ada beberapa cabor yang persepsinya berbeda terkait kelas dan jumlah kategori yang dipertandingkan. Tapi kalau kami dengan KONI Bali mendiskusikannya tetap mengacu berdasarkan nomor yang dipertandingkan sesuai keputusan RAT KONI Bali itu,” ujar dia.
 
Karenanya, kalau ada cabor yang masih mengutarakan persepsi yang berbeda soal jumlah nomor, Dewa Ary mempersilakan mendiskusikannya dengan KONI Bali.