Diposting : 4 February 2019 21:52
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ NGAMUK - Satpol PP Kota Denpasar mengamankan orang asing perusak Patung Caturmuka Denpasar, Sabtu (2/2) lalu. Bule tanpa identitas tersebut kemudian dibawa ke RSJ Bangli karena terindikasi mengalami gangguan jiwa.
Bali Tribune, Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar mengamankan seorang warga negara asing (WNA) diduga mengalami gangguan jiwa alias stres, Sabtu (2/2). WNA tanpa identitas tersebut diamankan lantaran mengamuk dan merusak  Patung Catur Muka di Kawasan titik nol KM Kota Denpasar.
 
Dari pantauan di lapangan, akibat ulah  WNA tersebut, Patung Catur Muka yang menjadi ikon Kota Denpasar mengalami kerusakan cukup parah. Tak main-main, 10 dari 16 kelopak teratai ornamen di patung tersebut rusak. Hal yang sama juga terjadi pada ornamen bebadungan lainnya, dan pipa air mancur di kawasan tersebut.
 
Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, pihaknya telah mengamankan WNA yang bikin ulah dan mengganggu ketertiban umum di Kota Denpaasar.  Sampai saat ini, kata Sayoga, belum diketahui identitas WNA berjenis kelamin perempuan tersebut.  "WNA ini mengamuk dan merusak Patung Caturmuka. Sayangnya dia tidak mengantongi identitas," ujarnya.
 
Dikatakan Sayoga, berdasarkan pengakuan sejumlah warga yang berada di lokasi, saat  kejadian diperkirakan pukul 05.30 Wita. Dimana, WNA tersebut menaiki kawasan kolam di Patung Catur Muka dan membuka satu per satu ornamen teratai yang terdapat di dasar patung.
 
Beruntung, respon cepat Satpol PP bersama TNI yang bertugas di Makodam berhasil mengamankan pelaku dan digiring menuju Kantor Satpol PP Kota Denpasar. “Kira-kira jam setengah enam pagi, bulenya langsung naik dan membuka ornamen teratai yang berbahan dari tempelan kuningan,” jelasnya.
 
Dewa Sayoga sangat menyesalkan adanya kejadian perusakan ikon Denpasar ini, ditambah lagi pelakunya adalah WNA. Menurut Dewa Sayoga, seharunya wisatawan atapun WNA yang ke Bali, utamanya Kota Denpasar hendaknya menjunjung tinggi dan ikut menjaga ketertiban umum. “Iya seharusnya ikut menjaga ketertiban umum, bukan malah merusak fasilitas yang ada, apalagi ini ikon kota,” jelasnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, WNA tersebut sama sekali tidak mengantongi identitas. Dan ketika dilakukan komunikasi dan pemeriksaan lebih lanjut, WNA itu justru mengamuk dan sempat menggigit kaki petugas. “Saat ditanya justru bernyanyi dan mengamuk, sehingga sulit diajak berkomunikasi dan cenderung sangat membahayakan,” ujar Dewa Sayoga.
 
Karenanya, untuk menjaga kondusivitas, Satpol PP Denpasar bekerja sama dengan Dinas Sosial, BPBD dan Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan kejiwaan. Hasilnya, perempuan tersebut terindikasi mengalami gangguan jiwa. "Atas rekomendasi tim dari Dinas Kesehatan inilah maka dia dibawa ke RSJ Provinsi Bali di Bangli," ujarnya.
 
Sementara, Kabid Pertamanan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, Ida Ayu Widiana Sari mengatakan selaku pengelola patung  timnya saat ini tengah bergerak dan melaksanakan identifikasi serta penghitungan terhadap kerugian akibat adanya perusakan patung ini. “Saat ini kami sedang menghitung berapa kerugiannya,” ujarnya.yan