Buleleng Butuh Pemimpin Inovatif | Bali Tribune
Diposting : 16 July 2016 10:15
San Edison - Bali Tribune
pemimpin
Made Mudarta

Denpasar, Bali Tribune

Tantangan Buleleng ke depan semakin berat. Karena itu, pada Pilkada Buleleng 2017 mendatang masyarakat diharapkan cerdas memilih pemimpin. Sebab dengan berbagai tantangan yang akan dihadapi, Buleleng hanya bisa maju jika dipimpin oleh figur inovatif.

Hal ini dilontarkan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta, di Denpasar, Jumat (15/7). Menurut dia, beberapa tantangan pemimpin Buleleng ke depan adalah mewujudkan pemerataan pembangunan di daerah itu. Selain itu, Buleleng juga harus mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah lainnya di kawasan selatan Bali.

"Tugas bupati Buleleng ke depan sangat berat. Karena itu dibutuhkan pemimpin yang inovatif, kreatif, punya gagasan, ide cemerlang. Pemimpin Buleleng ke depan juga harus punya kekuatan spiritual," tutur Mudarta.

Ditegaskan, dalam upaya mewujudkan pemerataan di Buleleng sekaligus mengejar ketertinggalan dari Bali selatan, saat ini sedang dirancang sejumlah megaproyek. Di antaranya adalah pembangunan bandara internasional, tol yang menghubungkan Singaraja dengan Bali selatan.

"Untuk bisa mewujudkan semua ini, maka dibutuhkan pemimpin yang benar-benar punya gagasan besar untuk Buleleng," tandas politisi asal Jembrana itu.

Bersamaan dengan kebutuhan akan pemimpin inovatif ini, masyarakat Buleleng juga memiliki hasrat besar tentang perubahan bagi Bumi Panji Sakti itu. "Ini tercermin dari hasil survei kami. Sebagian masyarakat inginkan perubahan itu," ucapnya.

Mencermati hal tersebut, demikian Mudarta, Partai Demokrat bersama Koalisi Buleleng Mandara tak mau gegabah dalam mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Buleleng mendatang. Siapapun tokoh yang diinginkan masyarakat Buleleng, sebagaimana tercermin dari hasil survei, itu yang nantinya akan diusung.

"Siapa yang terbaik berdasarkan hasil survei, itulah yang diinginkan masyarakat Buleleng. Dan, kita ikuti keinginan masyarakat Buleleng itu, karena mereka yang nantinya memilih calon pemimpinnya," ujar Mudarta.