Diposting : 30 May 2017 18:56
I Made Darna - Bali Tribune
Festival
Keterangan Gambar: 
Wabup Badung I Ketut Suiasa secara resmi menutup kegiatan Gita Raja Arts Festival yang ditandai dengan membunyikan okokan di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu (28/5) malam lalu.

BALI TRIBUNE - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa secara resmi menutup kegiatan Gita Raja Arts Festival yang diselenggarakan serangkaian HUT ke-1 Yayasan Pancer Langit, di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu (28/5) malam lalu. Penutupan ditandai dengan membunyikan okokan oleh Wabup. Suiasa yang diiringi puluhan penabuh okokan.

Acara tersebut dihadiri Kadis Pariwisata Badung I Made Badra, Camat Mengwi I Gst. Ngr. Gede Jaya Saputra, Listibiya Badung, Penasihat Yayasan Pancer Langit Letkol Marinir Kadek Sumanila dan Jro Sepuh Satya Buana,Pembina Yayasan Pancer Langit A. A. Gede Rahma Putra serta seniman yang tergabung dalam yayasan Pancer Langit.

Ketua Panitia Komang Agus Candra Wirama, melaporkan melalui Gita Raja Arts Festival diharapkan seni budaya sebagai wadah berkreatifitas dan mengolah diri demi terbentuknya insan yang berprestasi, berkarakter, berkepribadian, berbudaya dan bermartabat. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yaitu ingin menyediakan wadah kepada para seniman untuk menunjukkan bakat-bakat yang dimiliki. Selain itu ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya Gita untuk melestarikan seni budaya yang ada di Bali. Ditambahkan, dalam Gita Raja Arts Festival juga diadakan workshop tari, workshop panahan tradisional dan lomba seni seperti lomba tari jauk manis dan mekendang tunggal se bali, tari teruna jaya, lomba gender berpasangan dan lomba panahan tradisional.

Sementara Wabup. Suiasa menyampaikan, bahwa kehadiran pancer langit ini sebuah anugerah yang diberikan oleh Ida Shang Hyang Widhi Wasa, lahirnya seniman di pancer langit merupakan orang-orang yang spesial karena tidak mudah dan gampang berdedikasi secara totalitas dalam bidang seni itu sendiri. “Untuk itu kami atas nama Pemkab Badung menyampaikan terima kasih kepada seluruh komonitas pancer langit yang mau totalitas berdedikasi dalam upaya mengawal dan melestarikan seni budaya kita, sekaligus telah menciptakan inovasi seni dengan penuh kreativitas dengan melibatkan berbagai generasi, “ jelasnya.

Kalau bicara tentang karakter, budaya adalah modal utama. Kepribadian itu muncul dengan baik dan kuat bila memiliki satu nilai budaya. Apa yang dilakukan yayasan pancer langit ini tidak hanya berdedikasi dalam bidang seni, namun dedikasi mencetak generasi muda agar memiliki karakter yang kuat dalam hal mewarisi nilai budaya tersebut. “Nusantara ini dipersatukan oleh budaya. Oleh karena itu Pancer Langit sejatinya komponen pemersatu bangsa, karena gebrakannya tidak hanya di bali saja, namun sudah ke nusantara bahkan mancanegara. Pancer langit sebagai duta budaya kita di nusantara dan di Internasional, “ tegasnya.

Ditambahkan, kedepan Pemkab Badung tidak akan berdiam diri, karena Pemkab telah memiliki komitmen kuat dalam melestarikan dan mengembangkan seni, adat, agama dan budaya di Badung. Dan ini sudah menjadi salah satu dari lima skala prioritas pembangunan di Badung.