Diposting : 12 May 2017 15:59
I Made Darna - Bali Tribune
EKONOMI
Keterangan Gambar: 
Bupati Badung Giri Prasta bersama Bupati Banggai, Herwin Yatim menandatangani MoU berkenaan dengan bidang seni budaya, ekonomi kreatif dan pariwisata, Rabu (10/5) lalu, di Puspem Badung.

BALI TRIBUNE - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Herwin Yatim menandatangani kesepakatan bersama (MoU) berkenaan dengan bidang seni budaya, ekonomi kreatif dan pariwisata, Rabu (10/5) lalu, di Puspem Badung.

Bupati Banggai Herwin Yatim menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung dan seluruh jajarannya atas pelaksanaan penandatanganan kerjasama ini. Diharapkan melalui MoU ini Badung dan Banggai dapat saling membantu dan saling mengisi dalam upaya pengembangan seluruh sektor, khususnya sektor pariwisata, kebudayaan serta ekomoni kreatif sehingga kedepan Banggai mampu lebih maju dari daerah lain di Sulawesi Tengah.

“Sektor pariwisata kami saat ini baru mulai merangkak naik, melalui kerjasama ini kami yakini akan mampu mempercepat perkembangan pariwisata sahingga mempercepat pula akselerasi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Herwin Yatim juga memperkenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Banggai, seperti potensi wisata, pertanian, pertambangan, perikanan dan kelautan. Banggai adalah daerah pesisir di pantai timur Sulawesi, dengan panjang garis pantai 613 km, diapit dua buah teluk sebagai pintu masuk utama perdagangan dan distribusi logistik. Populasi penduduk di tahun 2016 sebanyak 350 ribu jiwa, dari jumlah tersebut masyarakat Bali yang tinggal di Banggai sebanyak

5000 KK atau 30.200 jiwa. Banggai juga dibagi menjadi 23 Kecamatan, 291 desa dan 46 kelurahan. Dijelaskan, peluang investasi di Banggai mulai dari sektor pertanian, peternakan, industri, perikanan laut, pertambangan, properti serta infrastruktur.

Sementara Bupati Giri Prasta berharap pelaksanaan MoU ini dapat berjalan dengan baik. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menjelaskan secara umum tentang kondisi Kabupaten Badung. Dijelaskan, Kabupaten Badung dibagi menjadi tiga kawasan pembangunan. Badung Utara pengembangan sektor pertanian dan konservasi alam.

Kata dis, setiap tahun di Badung Utara dilaksanakan Festival Pertanian. Di Badung Tengah pengembangan sektor pertanian dalam arti luas dan pelayanan publik dengan adanya Pusat Pemerintahan. Selain sebagai pusat pelayanan publik, Puspem juga dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan dari seluruh umat dan tempat pelestarian budaya melalui Festival Seni Budaya. Sementara Badung Selatan, kata Giri Prasta pengembangan pendidikan dan pariwisata sehingga di Selatan dikembangankan sektor pariwisata dengan dukungan Festival Bahari.

Dijelaskannya, bahwa dalam membangun Badung kedepan, Pemkab Badung sudah memiliki Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang didalamnya terdapat lima skala porioritas pembangunan meliputi: pangan, sandang, papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan tenaga kerja; seni, adat, agama dan budaya; pariwisata. “Melalui program prioritas ini kami harapkan kebutuhan dasar masyarakat badung dapat terpenuhi, “ jelasnya.

Khusus mengenai pariwisata, disampaikannya bahwa ada konsep blue ekonomi, bagaimana mengembangkan tatanan pariwisata di masyarakat pesisir di Badung Selatan. Selain itu di Badung Utara dikembangkan desa wisata yang dikolaborasikan dengan pertanian kontemporer. Badung juga kembangkan wisata MICE. Untuk promosi pariwisata, Badung sudah memiliki Badan Promosi Pariwisata.