Bali Tribune, Senin 16 Juli 2018
Diposting : 17 April 2018 00:24
Agung Samudra - Bali Tribune
I Made Gianyar.
Keterangan Gambar: 
I Made Gianyar.

BALI TRIBUNE - Kepala pasar di Bangli dituntut bekerja dengan baik dan mampu merealisasikan target retribusi yang dipatok oleh pemerintah. Bagi kepala pasar yang kerjanya memble alias tidak mampu mencapai target sia-siap untuk dilengserkan.

Hal ini diungkapkan Bupati Bangli I Made Gianyar saat dikonfirmasi terkait penilain kinerja kepala pasar, Minggu (15/4). Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli  juga berasal dari pendapatan retribusi pasar. Untuk itu bupati meminta  kepala pasar bisa merelisasikan target yang dipatok. “Ini berlaku untuk seluruh kepala pasar,” tegasnya.

Seandainya sampai berturut-turut tidak memenuhi target, bupati mengancam   yang bersangkutan digantikan dengan petugas baru yang memiliki kemampuan. “Paling tidak 80 persen target retribusi bisa terpenuhi, kalau lebih tentu  lebih bagus. Untuk yang melebihi target bisa diusulkan untuk menerima reward,” jelasnya.

Lanjutnya, selain mampu mencapai target, tentunya kepala pasar juga harus bisa mendukung program pemerintah, kemudian apa yang menjadi kebijakan bisa dilaksanakan. “Kepala pasar dipilih oleh Bupati, jadi meraka yang terpilih ini sudah dipercaya mampu melaksanakan tugas. Jadi kami harap kepala pasar bisa bekerja dengan baik,” sebut Bupati Made Gianyar seraya menegaskan  kinerja setiap tahunya selalu dievaluasi, ketika kepala pasar kinerja dinilai kurang tidak masalah digantikan meski baru setahun bertugas.

Perlu diketahui di  Bangli ada empat pasar yang dikelola pemerintah di bawah naungan Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli, yakni Pasar Kidul Bangli, Pasar Kayuambua, Kecamatan Susut, Pasar Kintamani, dan Pasar Yangapi, Kecamatan Tembuku. Sesuai dengan data Disperindag pada tahun 2017, pengelolaan Pasar Kintamani melebihi target retribusi, yang mana target Rp 427.972.506,21 dan realisasai Rp 454.972.000,00 bila dipersentasekan 106,31 persen. Sementara untuk Pasar Kayuambua target Rp 362.761.962,75, dan realisasi Rp 272.380.000,00 bila dipersentasekan 75,09 persen. Pasar Kidul Bangli target Rp 893.160.592,29, realisasi Rp 729.726.000,00 atau 81,70 persen. Kemudian untuk Pasar Yangapi target Rp 35.176.917,60, realisasi Rp 29.526.000,00 atau 83,94 persen.

Kepala Pasar Kidul Bangli Jro Sabda Negara ketika dikonfirmasi terkait strategi  yang ditempuh dalam upaya pencapaian target  retribusi, mengatakan pihaknya telah melakukan roling terhadap petugas pungut retribusi “Selain diroling ada juga petugas pungut yang kita ganti,” jelasnya. Alhasil sejak dilakukan roling dan pergantian petugas pungut sejak taggal 14 Februari ada peningkatan hasil pungutan retribusi. Ia mencontohkan untuk bulan Maret berhasil memungut retribusi Rp 71.257.000. Sementara sebelum dilakukan roling  untuk bulan Januari berhasil memungut retribusi hanya Rp 57.493.000. “Untuk besaran target untuk  tahun ini dari pemerintah belum kami terima,” tegas Jro Sabda.