Bali Tribune, Jumat 27 April 2018
Diposting : 25 September 2017 18:16
Redaksi - Bali Tribune
BPJS
Keterangan Gambar: 
MENINJAU - Bupati Bharata saat meninjau situasi di Pengungsian Lapangan Sutasoma, Sukawati, Gianyar, Minggu (24/9).

BALI TRIBUNE - Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, Minggu (24/9) mengunjungi para pengungsi di Lapangan Sutasoma Sukawati. Pada kesmeptan itu, Bupati Agung Bharata menjamin kecukupan logistik para pengungsi di wilayah Gianyar. Bupati berharap para pengungsi ini nyaman, kebutuhan makanan dan kesehatan mereka terjamin, anak-anak akan kita upayakan tetap mendapatkan pendidikan, juga tempat bermain.

Bantuan logistik tidak hanya dari Pemkab Gianyar, sumbangan dari para donatur juga terus mengalir. Sementara untuk menjamin pendidikan anak-anak, Pemkab Gianyar tengah melakukan pendataan. “Bila jumlahnya tidak terlalu banyak, mereka akan dititipkan di sekolah terdekat, bila jumlahnya cukup banyak maka akan kami datangkan guru pengajar,” terang Bupati Bharata.

Rencananya kegiatan belajar mengajar akan diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sukawati yang berada tepat di depan Lapangan Sutasoma Sukawati. Untuk kesehatan para pengungsi, bupati telah memerintahkan agar mereka mendapat pelayanan kesehatan di tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas meskipun mereka tidak memiliki kartu BPJS. Terpantau petugas kesehatan telah siaga di posko pengungsian.

Tidak tanggung-tanggung membantu para pengungsi, Bupati Agung Bharata menyatakan Pemkab Gianyar siap membeli ternak para pengungsi. “Kami beli sesuai harga pasaran, jangan dijual murah-murah, kasihan, mungkin nantinya ternak ini akan kami salurkan ke kelompok-kelompok peternak di Gianyar,” tandas Bupati Agung Bharata.

Salah seorang pengungsi dari Kecamatan Rendang, Kadek Yuliasih (27) yang sempat diajak berbincang oleh Bupati Agung Bharata, menyatakan bersyukur mendapat tempat mengungsi di Lapangan Sutasoma Sukawati. Ibu muda yang membawa serta bayi berusia dua bulan tersebut mengaku tidak khawatir akan kondisi diri dan bayinya selama di pengungsian. “Sangat baik (kondisi), saya satu keluarga berlima merasa tidak kekurangan apapun disini, saya berterima kasih pada Pak Bupati, tadi bayi saya juga diberi bantuan, terima kasih,” ucapnya.

Berbagai pendampingan dilakukan Pemkab Gianyar dan para relawan di posko pengungsian. Seperti dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gianyar yang mengajak anak-anak bermain. Juga dari PKK Desa Batuan yang mengajak ibu-ibu majejaitan, hasilnya akan dijual di Pasar Sukawati.          

Kepala BPBD Gianyar, A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, dari beberapa lokasi, tempat pengungsian  untuk wilayah Gianyar kini dipusatkan Lapangan Sutasoma Sukawati. Pemusatan ini dilakukan untuk  pempermudahkan pelayan terpadu lintas instansi. BPBD Gianyar juga menghimbau para pengungsi yang masih berada disejumah tempat  agar pindah ke posko  Sukawati. Hingga saat ini jumlah pengungsi di wilayah Gianyar hampir mencapai dua ribu orang. “Itu perkiraan, karena hingga kemarin terdata 1.950 orang, dan berdasarkan info yang kami peroleh, nanti ratusan orang pengungsi akan datang lagi, saat ini di posko Lapangan Sutasoma tercatat sekitar 130 orang,” pungkasnya.